Militer Sumbang 5,5 Persen Emisi Gas Rumah Kaca Dunia
Minggu, 14 Mei 2023 - 20:55 WIB
loading...
Serangan rudal militer. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Para ilmuwan dunia memprotes emisi militer yang dihasilkan dalam perang. Dalam penelitian terbaru, emisi militer gabungan di seluruh dunia menyumbang 5,5% emisi gas rumah kaca global (GRK).
Dilansir dari Modern Diplomacy, perang meninggalkan jejak karbon yang sangat merugikan kelangsungan hidup.
"Jika militer dunia dihitung sebagai satu negara, mereka akan mewakili jejak karbon terbesar keempat di seluruh dunia," tulis laman itu, seperti dikutip Minggu (14/5/2023).
Baca juga: RI Hadapi Tantangan Dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca
Sebagai contoh, di Inggris. Pihak militer Inggris, menyumbang 50% dari semua emisi pemerintah. Di Amerika Serikat sumbangan karbon bahkan lebih tinggi lagi, hingga 80%.
"Emisi GRK militer sering tidak diumumkan atau disatukan bersama dengan pelaporan emisi sipil. Ini bukan tindakan yang dilakukan secara tidak mencolok, melainkan justru sebaliknya," sambungnya.
Tantangan untuk mengurangi emisi militer telah lama menjadi masalah periferal, bagi sebagian besar menteri pertahanan, sebagai kemampuan misi-kritis seperti keselamatan, keandalan, dan kinerja militer.
Dilansir dari Modern Diplomacy, perang meninggalkan jejak karbon yang sangat merugikan kelangsungan hidup.
"Jika militer dunia dihitung sebagai satu negara, mereka akan mewakili jejak karbon terbesar keempat di seluruh dunia," tulis laman itu, seperti dikutip Minggu (14/5/2023).
Baca juga: RI Hadapi Tantangan Dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca
Sebagai contoh, di Inggris. Pihak militer Inggris, menyumbang 50% dari semua emisi pemerintah. Di Amerika Serikat sumbangan karbon bahkan lebih tinggi lagi, hingga 80%.
"Emisi GRK militer sering tidak diumumkan atau disatukan bersama dengan pelaporan emisi sipil. Ini bukan tindakan yang dilakukan secara tidak mencolok, melainkan justru sebaliknya," sambungnya.
Tantangan untuk mengurangi emisi militer telah lama menjadi masalah periferal, bagi sebagian besar menteri pertahanan, sebagai kemampuan misi-kritis seperti keselamatan, keandalan, dan kinerja militer.
Lihat Juga :