Ini Kasus Serangan Hiu Paling Mematikan, 150 Pelaut AS Jadi Korban
Kamis, 11 Mei 2023 - 20:33 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini menimbulkan dugaan bahwa hiu whitetip Samudra (Carcharhinus longimanus) spesies yang tinggal di permukaan sebagai pelaku utamanya. Menurut Museum Florida, spesies ini seringkali menjadi yang pertama muncul di lokasi bencana Samudra.
“Spesies ini dikenal menjadi gigih, tidak dapat diprediksi dan menunjukkan sedikit rasa takut, membuatnya sangat berbahaya bagi manusia,” kata Museum Florida dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Kamis (11/5/2023).
Baca juga; Perut Ikan Hiu Ini Penuh Potongan Tubuh Manusia, Polisi Selidiki Misteri Kematian Pria di Argentina
Banyak spesies hiu mungkin terlibat dalam perburuan gila-gilaan dan bisa menjadi sangat agresif menyerang satu sama lain serta mangsanya. Namun, perilaku makan oportunistik ikan koboi, julukan untuk hiu whitetip Samudra, serta ukuran dan kekuatannya membuat mereka sangat berbahaya bagi para pelaut.
“Kegilaan makan (hiu) ini bisa berbahaya bagi manusia yang kebetulan berada di air. Sebab, hiu mungkin tidak bisa membedakan antara mangsa dan manusia," kata Nico Booyens, seorang ahli biologi kelautan dan direktur penelitian di Unit Penelitian Hiu di Afrika Selatan.
![Ini Kasus Serangan Hiu Paling Mematikan, 150 Pelaut AS Jadi Korban]()
Jumlah korban yang banyak juga disebabkan selama empat hari, tidak ada penyelamatan tiba. Meskipun Angkatan Laut AS telah menerima kabar bahwa kapal selam Jepang telah menenggelamkan kapal AS, pesan tersebut diyakini palsu sebagai jebakan musuh.
“Spesies ini dikenal menjadi gigih, tidak dapat diprediksi dan menunjukkan sedikit rasa takut, membuatnya sangat berbahaya bagi manusia,” kata Museum Florida dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Kamis (11/5/2023).
Baca juga; Perut Ikan Hiu Ini Penuh Potongan Tubuh Manusia, Polisi Selidiki Misteri Kematian Pria di Argentina
Banyak spesies hiu mungkin terlibat dalam perburuan gila-gilaan dan bisa menjadi sangat agresif menyerang satu sama lain serta mangsanya. Namun, perilaku makan oportunistik ikan koboi, julukan untuk hiu whitetip Samudra, serta ukuran dan kekuatannya membuat mereka sangat berbahaya bagi para pelaut.
“Kegilaan makan (hiu) ini bisa berbahaya bagi manusia yang kebetulan berada di air. Sebab, hiu mungkin tidak bisa membedakan antara mangsa dan manusia," kata Nico Booyens, seorang ahli biologi kelautan dan direktur penelitian di Unit Penelitian Hiu di Afrika Selatan.

Jumlah korban yang banyak juga disebabkan selama empat hari, tidak ada penyelamatan tiba. Meskipun Angkatan Laut AS telah menerima kabar bahwa kapal selam Jepang telah menenggelamkan kapal AS, pesan tersebut diyakini palsu sebagai jebakan musuh.
Lihat Juga :