100 Tahun Stasiun Radio Malabar, Pertama Kali Sistem Pemancar Nirkabel Dunia Dioperasikan

Selasa, 09 Mei 2023 - 08:40 WIB
loading...
100 Tahun Stasiun Radio...
Kehadiran Stasiun Radio Malabar telah menghubungkan komunikasi antara Kota Bandung dan Den Haag yang jaraknya terbentang sejauh 12.000 Km. Foto/Postel/Tropenmuseum
A A A
JAKARTA - Genap 100 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 5 Mei 1923, Stasiun Radio Malabar (Radiostasion Malabar) resmi beroperasi. Kehadiran Stasiun Radio Malabar telah menghubungkan komunikasi antara Kota Bandung dan Den Haag yang jaraknya terbentang sejauh 12.000 Km.

Stasiun Radio Malabar yang diresmikan penggunaannya oleh Gubernur Jenderal Dirk Fock, tercatat dalam sejarah telekomunikasi sebagai salah satu komunikasi nirkabel pertama dan satu-satunya di dunia. Lokasinya terletak di kawasan Gunung Puntang, Pegunungan Malabar, desa dan Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung.

Saat itu, Stasiun Radio Malabar merupakan stasiun radio terbesar dengan sistem operasi tercanggih yang digunakan. Stasiun Radio Malabar telah menggunakan sistem pemancar tanpa kabel atau nirkabel yang merupakan satu-satunya dan pertama di dunia.

Baca juga; 4 Prediksi Nikola Tesla tentang Masa Depan, Ini Teknologi yang Menjadi Kenyataan

Dikutip dari laman Postel.go.id, teknologi komunikasi untuk memancarkan gelombang radio dengan membentangkan antena sepanjang 2 km antara Gunung Puntang dan Halimun. Ketinggian antena dari dasar lembah rata-rata 350 meter. Untuk ketinggian rentang kabel rata-rata 250-750 meter di atas permukaan laut.

Dalam buku Tjitaroemplein-Bandung (2014) Sudarsono Katam menyebutkan, pemancar radio tersebut menggunakan sistem peluncur listrik untuk mengangkat gelombang sebesar 750 Volt dan daya 1 MA. Dari situ gelombang radio ribuan kilowatt bisa terbangun, dan dikirimkan melalui antena yang mengarah ke Den Haag, Belanda yang berjarak sekitar 12.000 km dari Gunung Puntang.

Stasiun Radio Malabar menggunakan sebuah transmisi radio VLF (Very low frequency) dengan kekuatan 2400 kW, salah satu alat trasmisi paling kuat yang pernah dibuat. Transmisi radio VLF digunakan untuk frekuensi radio (RF) dalam kisaran 3–30 kHz, sesuai dengan panjang gelombang dari 100 hingga 10 km.

Pita gelombang ini juga dikenal sebagai pita myriameter atau gelombang myriameter karena rentang panjang gelombang dari satu hingga sepuluh myriameter. (satu myriameter sama dengan 10 kilometer). Pita VLF digunakan untuk beberapa layanan navigasi radio, stasiun radio pemerintah, dan untuk komunikasi militer yang aman.

Baca juga; Charles Babbage Penemu Komputer Penentu Kemajuan Teknologi Digital

Sebab, gelombang VLF dapat menembus setidaknya 40 meter ke dalam air laut, gelombang ini digunakan untuk komunikasi militer dengan kapal selam. Dengan kecanggihan teknologi radio ini, komunikasi dari Bandung ke Den Haag pun terhubung dengan baik.
100 Tahun Stasiun Radio Malabar, Pertama Kali Sistem Pemancar Nirkabel Dunia Dioperasikan


Pembangunan Stasiun Radio Malabar dicetuskan oleh Cornelius Johannes de Groot (1883-1927) alumnus teknik listrik dan rekayasa Delftse Polytechnische School, Karlsruhe, Jerman. De Groot yang memimpin Departemen Pos Telepon dan Telegraph (PTT) mulai mendirikan pemancar di kaki Gunung Malabar akhir 1916.

De Groot memesan perangkat teknologi dari perusahaan elektronik Telefunken, Jerman. Akhirnya pada 1923 Stasiun Radio Malabar resmi dioperasikan dan pada tahun 1929 oleh Queen-Mother Emma dikomersialkan sebagai sambungan telepon.

Saat ini bangunan Stasiun Radio Malabar yang megah dan canggih sudah tinggal puing-puing saja yang tersisa. Stasiun Radio Malabar dihancurkan dengan dinamit pada 24 Maret 1946 agar tidak jatuh ke pasukan Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Hadirkan XL Ultra 5G+,...
Hadirkan XL Ultra 5G+, XLSmart Operasikan 1.000 BTS di Surabaya
Kolaborasi dengan Hytera,...
Kolaborasi dengan Hytera, Samafitro Perkuat Infrastruktur Radio Komunikasi Nasional
Stasiun Radio Australia...
Stasiun Radio Australia Tipu' Pendengar Pakai Host AI
Belanda Larang DeepSeek...
Belanda Larang DeepSeek Digunakan, Ini Alasannya
2 Gunung 100 Kali Lebih...
2 Gunung 100 Kali Lebih Tinggi dari Everest Ditemukan
Urgensi Pendekatan Humanis...
Urgensi Pendekatan Humanis dalam Penataan Kota dan Relokasi UMKM
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Rekomendasi
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Ronaldo Raja Gol Portugal...
Ronaldo Raja Gol Portugal di Piala Dunia
Berita Terkini
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Infografis
5 Makanan Indonesia...
5 Makanan Indonesia Masuk 100 Hidangan Terbaik Dunia 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved