Mengenal 4 Drone Pertanian Karya Anak Bangsa Indonesia
Selasa, 02 Mei 2023 - 13:19 WIB
loading...
A
A
A
Sehingga untuk menghemat waktu dan tenaga para petani diciptakanlah drone yang dilengkapi sensor, GPS, dan lainnya. Drone ini telah dikembangkan sejak tahun 2017 lalu.
Keunggulan yang dimiliki oleh drone pertanian ini adalah dapat menyemprotkan pestisida untuk seluas 10 hektar. Drone yang telah dikembangkan sejak 2019 ini juga bisa beradaptasi dengan segala kontur tanah dan jarak tanaman.
Baca juga: DJI Kenalkan Drone Pertanian DJI Agras T30 dan T10, Harganya Ratusan Juta
Ababil-12 pertama kali dihadirkan pada Pergelaran TTG Ke-23 Provinsi Aceh. Drone dibagi menjadi dua versi, yakni yang berukuran kecil dengan kapasitas 3-4 liter dan ukuran besar dengan kapasitas 12 liter.
Dikutip dari laman BINUS, pembuatan drone ini bertujuan untuk mengurangi risiko kematian petani akibat pestisida. Cara kerja teknologi ini sebenarnya tidak terlalu rumit. Lokasi sawah yang ingin disemprot dimasukkan ke sistem drone. Setelah itu, drone akan menuju lokasi sesuai titik yang dimasukkan.
2. Sekar Agri
Sekar Agri dikembangkan oleh Perusahaan yang beralamat di Bangunharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bernama Frogs Indonesia. Drone yang punya kapasitas 10 liter ini mampu terbang selama 12-15 menit dalam satu baterainya.Keunggulan yang dimiliki oleh drone pertanian ini adalah dapat menyemprotkan pestisida untuk seluas 10 hektar. Drone yang telah dikembangkan sejak 2019 ini juga bisa beradaptasi dengan segala kontur tanah dan jarak tanaman.
Baca juga: DJI Kenalkan Drone Pertanian DJI Agras T30 dan T10, Harganya Ratusan Juta
3. Ababil - 12
Pada tahun 2022 lalu, drone pertanian Ababil-12 diperkenalkan oleh Tgk Ibnu Hajar dari Aceh Besar bersamaan dengan pengenalan pesawat survey pemetaan, Skywalker-X8.Ababil-12 pertama kali dihadirkan pada Pergelaran TTG Ke-23 Provinsi Aceh. Drone dibagi menjadi dua versi, yakni yang berukuran kecil dengan kapasitas 3-4 liter dan ukuran besar dengan kapasitas 12 liter.
4. Drone Pertanian BINUS
Tidak mau kalah, Egbert Michael Ganadhi dan Muhamad Farhan Fakhrezi, mahasiswa BINUS University juga ikut membuat alat khusus untuk menyemprotkan pestisida secara otomatis.Dikutip dari laman BINUS, pembuatan drone ini bertujuan untuk mengurangi risiko kematian petani akibat pestisida. Cara kerja teknologi ini sebenarnya tidak terlalu rumit. Lokasi sawah yang ingin disemprot dimasukkan ke sistem drone. Setelah itu, drone akan menuju lokasi sesuai titik yang dimasukkan.
(bim)
Lihat Juga :