Arkeolog Temukan Fosil Kelelawar Purba Terbesar di Dunia
Jum'at, 14 April 2023 - 18:22 WIB
loading...
Peneliti menjelaskan, kelelawar sudah berevolusi sejak zaman Eosen atau sekitar 56 juta hingga 36 juta tahun yang lalu. FOTO/ LC
A
A
A
JAKARTA - Para ilmuwan menemukan dua fosil kelelawar langka yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Diperkirakan kerangka kelelawar tersebut berusia sekitar 52 juta tahun yang menjadikannya sebagai fosil kelelawar tertua.
BACA JUGA - Pria AS Meninggal Setelah Lehernya Digigit Kelelawar
Keduanya ditemukan di Formasi Sungai Hijau, barat daya Wyoming, Amerika Serikat. Ukuran spesies langka ini sedikit lebih kecil jika dibandingkan dengan saudara terdekatnya, indeks Icaronycteris.
Peneliti menjelaskan, kelelawar sudah berevolusi sejak zaman Eosen atau sekitar 56 juta hingga 36 juta tahun yang lalu. Sebelumnya, kerangka kelelawar tertua yang diketahui yaitu I. Index yang berusia 50 juta tahun dan spesies lain bernama Onychonyc finneyi.
Temuan baru kali ini diterbitkan di jurnal PLOS One dan telah memicu perombakan klasifikasi kelelawar awal dalam menentukan spesies baru ke silsilah keluarga.
Dilansir dari Live Science, Jumat (14/4/2023) demi menentukan filogeni hewan ini, para peneliti membandingkan fosil yang baru dengan enam kerangka kelelawar zaman Eosen. Selain itu juga membandingkan dengan gigi terisolasi dari dua spesies punah lain serta kelelawar yang masih hidup.
Hasilnya menunjukkan bahwa kerangka baru tersebut merupakan bagian dari spesies Icaronycteris yang belum pernah ditemukan sebelumnya, yang kemudian diberi nama I. gunnelli.
BACA JUGA - Pria AS Meninggal Setelah Lehernya Digigit Kelelawar
Keduanya ditemukan di Formasi Sungai Hijau, barat daya Wyoming, Amerika Serikat. Ukuran spesies langka ini sedikit lebih kecil jika dibandingkan dengan saudara terdekatnya, indeks Icaronycteris.
Peneliti menjelaskan, kelelawar sudah berevolusi sejak zaman Eosen atau sekitar 56 juta hingga 36 juta tahun yang lalu. Sebelumnya, kerangka kelelawar tertua yang diketahui yaitu I. Index yang berusia 50 juta tahun dan spesies lain bernama Onychonyc finneyi.
Temuan baru kali ini diterbitkan di jurnal PLOS One dan telah memicu perombakan klasifikasi kelelawar awal dalam menentukan spesies baru ke silsilah keluarga.
Dilansir dari Live Science, Jumat (14/4/2023) demi menentukan filogeni hewan ini, para peneliti membandingkan fosil yang baru dengan enam kerangka kelelawar zaman Eosen. Selain itu juga membandingkan dengan gigi terisolasi dari dua spesies punah lain serta kelelawar yang masih hidup.
Hasilnya menunjukkan bahwa kerangka baru tersebut merupakan bagian dari spesies Icaronycteris yang belum pernah ditemukan sebelumnya, yang kemudian diberi nama I. gunnelli.
Lihat Juga :