Tren Baru, Kirim Abu Jenazah Orang Tersayang ke Luar Angkasa

Selasa, 04 April 2023 - 08:00 WIB
loading...
Tren Baru, Kirim Abu...
Celestis memberikan tiga pilihan layanan pengiriman abu jenazah ke luar angkasa. Foto/Forbes
A A A
JAKARTA - Proses kremasi semakin kreatif dan unik. Baru-baru ini ada tren dimana abu jenazah orang tersayang dikirim ke luar angkasa.

Biasanya, setelah proses kremasi, banyak orang memilih mengirimkan abu jenazah orang yang mereka ke tempat-tempat khusus. Mulai dari lokasi impian, pantai, hingga ditaruh di lokasi khusus. Bahkan ada juga yang menjadikan abu jenazah tersebut jadi pupuk.

Kini tren baru justru muncul dimana abu jenazah justru dikirim ke luar angkasa . Hal itu yang coba ditawarkan oleh Celestis Inc. Mereka siap mengirimkan abu jenazah ke luar angkasa dengan biaya USD3.000 atau sekitar Rp44,7 juta.

Mahal? Tentu saja karena memang proses pengirimannya tidak semudah menebar abu jenazah di pantai.

“Kami membantu dorongan keseluruhan umat manusia ke luar angkasa,” kata Charles Chafer, CEO Celestic Inc.

Baca juga : Pria Brasil Sukses Menemukan Apple Watch Miliknya yang Pernah Tenggelam di Laut

Tren Baru, Kirim Abu Jenazah Orang Tersayang ke Luar Angkasa


Dia mengatakan untuk proses pengiriman abu jenazah keluar angkasa, mereka telah bekerja sama dengan perusahaan satelit dan roket. Proses pengiriman dilakukan dengan menempatkan abu jenazah itu ke dalam kapsul yang ada di pesawat luar angkasa.

Nantinya begitu berada di luar angkasa, abu jenazah itu akan dilepaskan. Tidak main-main Charles Cafer mengaku sejak perusahaannya didirikan pada 1994 sudah ada 18 penerbangan dilakukan guna mengirimkan abu jenazah keluar angkasa.

Namun jika hal itu dianggap terlalu radikal, Charles Cafer mengatakan Celestic Inc punya layanan lainnya. Pertama adalah layanan dimana abu jenazah dikirim ke luar angkasa.

Selama di luar angkasa, abu jenazah itu kemudian ditempatkan di sebuah pesawat khusus. Saat terkena gravitasi, ia masuk kembali melalui parasut. Kapsul tersebut diambil kembali dan diberikan kepada keluarga sebagai kenang-kenangan.

Baca juga : Ukraina Akui Pakai Bom JDAM Buatan Amerika untuk Kalahkan Rusia, Ini Kelebihannya

Pilihan selanjutnya adalah layanan orbit Bumi. Kapsul tersebut berada di atas pesawat ruang angkasa yang mengorbit dari beberapa tahun hingga beberapa ratus tahun. Jadinya keluarga pemilik abu jenazah dapat melacak keberadaannya.

Opsi terakhir adalah layanan bulan. Layanan ini akan menempatkan abu jenazah itu di bulan. Jadi setiap kali melihat ke bulan, keluarga bisa merasakan ada keluarga mereka yang telah berpulang di sana.

Charles Cafer mengatakan tren kremasi sedang meningkat di Amerika Serikat. Pada tahun 2006, tingkat kremasi hanya 3,8 persen. Pada 2021, jumlahnya justru meningkat tinggi hingga 57,5 persen.

Charles Chafer mengaku dalam waktu dekat dia sudah memiliki daftar pemesanan pengiriman abu jenazah ke bulan.

“Kami akan menerbangkan misi pertama itu dengan, menurut saya, sekitar 250 peserta di dalamnya,” katanya.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
15.800 Ton Sampah Luar...
15.800 Ton Sampah Luar Angkasa Berkecepatan 28.000 km/jam Akan Jatuh ke Bumi
Mengerikan, Para Pemukim...
Mengerikan, Para Pemukim Israel Paksa Warga Palestina Gali Kuburan dan Ambil Jenazah di Tanahnya Sendiri
Bea Cukai Fasilitasi...
Bea Cukai Fasilitasi Pemulangan Jenazah Prajurit TNI UNIFIL dengan Layanan Rush Handling
MOMEN MENGHARUKAN! Jenazah...
MOMEN MENGHARUKAN! Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Tiba di Rumah Duka
Rekomendasi
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
Prancis Kirim Jet Tempur...
Prancis Kirim Jet Tempur Mirage 2000 ke Ukraina untuk Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved