Serang Balik Rusia, Ukraina Gunakan Drone dari Kardus

Minggu, 02 April 2023 - 17:37 WIB
loading...
Serang Balik Rusia,...
Precision Payload Delivery System drone canggi yang terbuat dari kardus. FOTO/ THE VERGE
A A A
KIEV - Menghadapi senjata canggih Rusia , Ukraina menemukan sebuah solusi murah. Yakni drone yang terbuat dari kardus.

BACA JUGA - Drone Lipat dengan Fitur Baru

Pasukan Ukraina telah menggunakan drone kardus yang diproduksi oleh perusahaan Australia Sypaq.

Precision Payload Delivery System (PPDS) adalah drone yang digerakkan baling-baling yang dapat dirakit hanya dengan lem dan selotip.

Drone dibuat dari karton tebal berlapis lilin. Karet gelang digunakan ntuk mengingat sayap dengan badan pesawat.

Mereka dikendalikan oleh sistem panduan tingkat militer yang tidak memerlukan input pengguna setelah pesawat diluncurkan.

Drone PPDS dapat membawa muatan 3 kilogram dan 5 kilogram. Tergantung pada modelnya. Mereka dapat terbang hingga 120 kilometer.

Meskipun tidak dibuat dari logam atau plastik yang tahan lama, beberapa drone PPDS telah berhasil melakukan 60 penerbangan di Ukraina. Karton dilapisi lilin untuk memungkinkan penerbangan dalam cuaca basah.

“Kita bisa menumpuk ini di atas palet. Drone dilipat hingga seukuran kotak pizza, dan 24 dapat dikemas ke dalam wadah,” kata chief engineer Sypaq Ross Osborne kepada The Australian seperti dilansir dari Interesting Engineering.

PPDS awalnya dirancang sebagai drone sederhana dan mudah dipelajari. Pesawat dimaksudkan untuk menerbangkan misi pasokan jarak pendek untuk militer Australia.

“Ketika beroperasi tanpa tautan data, jelas itu diatur dan dilupakan, dan melakukan pekerjaan yang baik untuk terbang ke bawah, memantau medan dan mencari tahu pola dan pendekatan pendaratan, mengingat kondisi cuaca,” kata Osborne. Militer Australia sejauh ini belum membeli drone tersebut.

Mungkin yang paling penting untuk perang gesekan jangka panjang di Ukraina adalah biayanya. Dengan harga USD1.000–USD5.000 dolar Australia atau Rp10 juta-Rp50 juta (kurs Rp10.000) per drone.

Jelas jauh lebih murah daripada MQ-9 Reaper yang harganya sekitar USD30 juta atau sekitar Rp449 miliar (kurs Rp15.000).

Kapasitas muatan 5 kg berarti drone PPDS dapat membawa beberapa magazine senapan ke peleton infanteri yang terkepung.

Atau beberapa granat atau bom improvisasi untuk dijatuhkan ke musuh. Tapi itu masih membutuhkan drone lebih besar dengan jangkauan lebih jauh dan muatan yang lebih besar.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Rekomendasi
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
Berita Terkini
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved