Dapat Pasokan 25 Ton Uranium dari Rusia, China Bakal Punya 700 Hulu Ledak Nuklir
Senin, 27 Maret 2023 - 16:23 WIB
loading...
A
A
A
Angka 700 hulu ledak nuklir pertama kali muncul dalam laporan Departemen Pertahanan AS tahun 2021 yang memeriksa kemampuan nuklir China. Laporan lain pada tahun 2021 menunjukkan bahwa China telah memiliki setidaknya 400 hulu ledak nuklir hingga saat ini.
Para pejabat AS gelisah. Perhatian diarahkan pada kesepakatan tentang pembangunan berkelanjutan dari apa yang disebut reaktor neutron cepat. “Mereka berbicara tentang kemitraan tanpa batas,” kata Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken selama sidang kongres minggu lalu merujuk pada kerja sama nuklir baru antara Rusia dan China.
John Plumb, asisten menteri pertahanan AS, dalam sebuah pernyataan di bulan Maret, mengungkapkan bahwa perhatian khusus harus diberikan pada reaktor demiliterisasi plutonium China. “Plutonium digunakan untuk senjata,” katanya merujuk pada pasokan uranium yang diperkaya dari Rusia ke China berarti Beijing akan sangat berpotensi memperluas nuklirnya.
Baca juga; Rusia Nyalakan Laser Tsar Raksasa untuk Simulasi Ledakan Nuklir
"Bahan fisil" sangat berbahaya dan negara-negara nuklir, yang pada prinsipnya harus bertanggung jawab, tidak boleh membagikannya untuk bahan bakar program nuklir mereka, komentar seorang pejabat senior dari Departemen Luar Negeri AS, dikutip oleh Eur Asian Times.
Para pejabat AS gelisah. Perhatian diarahkan pada kesepakatan tentang pembangunan berkelanjutan dari apa yang disebut reaktor neutron cepat. “Mereka berbicara tentang kemitraan tanpa batas,” kata Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken selama sidang kongres minggu lalu merujuk pada kerja sama nuklir baru antara Rusia dan China.
John Plumb, asisten menteri pertahanan AS, dalam sebuah pernyataan di bulan Maret, mengungkapkan bahwa perhatian khusus harus diberikan pada reaktor demiliterisasi plutonium China. “Plutonium digunakan untuk senjata,” katanya merujuk pada pasokan uranium yang diperkaya dari Rusia ke China berarti Beijing akan sangat berpotensi memperluas nuklirnya.
Baca juga; Rusia Nyalakan Laser Tsar Raksasa untuk Simulasi Ledakan Nuklir
"Bahan fisil" sangat berbahaya dan negara-negara nuklir, yang pada prinsipnya harus bertanggung jawab, tidak boleh membagikannya untuk bahan bakar program nuklir mereka, komentar seorang pejabat senior dari Departemen Luar Negeri AS, dikutip oleh Eur Asian Times.

Lihat Juga :