Curhatan Co-Founder Travelio Mengasuh Balita dan Startup di Masa COVID-19
Sabtu, 18 Juli 2020 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
Saat pandemik global melanda, kata dia, masyarakat kembali memprioritaskan kebutuhan dasarnya. Makanan jelas adalah kebutuhan dasar, dan dirinya sadar akan kekuatan digitalisasi-supply chain, maka kami cepat bertindak. "Layanan TravelioMart akhirnya tersedia, bukan hanya untuk para penyewa apartemen saja -namun sesuai kapabilitas kami yakni dapat menyasar ke target audiens yang lebih luas,” tukas Christie.
Sebagai ibu, naluri Christie tentunya untuk selalu memastikan kesehatan si kecil, maka belanja di luar rumah bukan keputusan yang tepat di masa seperti ini. Sayangnya, banyak kendala saat berbelanja lewat platform e-grocery, misalnya pilihan bahan makanan yang masih sangat terbatas.
“TravelioMart hadir untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Sehingga, saat Anda tinggal di apartemen kami, Anda tidak hanya mengenal kami sebagai penyedia platform, tapi sebagai rumah yang juga menyediakan segala kebutuhan Anda,” kata Christie.
COO berusia 32 tahun ini menjelaskan, TravelioMart menyeleksi supplier secara ketat guna memastikan terjaminnya kualitas & kesegaran bahan-bahan yang dijual. Salah satu karakteristik startup, terutama yang masih di tahap awal, adalah kurangnya corporate infrastructure.
Hal tersebut memaksa para founders untuk menjalankan beberapa peran secara sekaligus, dan merangkap setara dengan lima orang. Sebagai COO, Christie tidak hanya harus mengenali satu-persatu komponen "mesin"-nya, namun juga harus memastikan semuanya berjalan dengan baik.
Dia menceritakan betapa beratnya tanggung jawab yang diemban setelah berhasil menggalang dana, karena harus langsung membangun infrastruktur yang mumpuni guna mencapai target-target yang diberikan oleh investor. Para founders menjadi semakin proaktif seiring diluncurkannya lini bisnis, produk, layanan, maupun infrastruktur baru untuk bisa scale up sebesar dua, tiga, atau bahkan berkali-kali lipat setelah berhasil mendapatkan pendanaan baru.
Sebagai ibu, naluri Christie tentunya untuk selalu memastikan kesehatan si kecil, maka belanja di luar rumah bukan keputusan yang tepat di masa seperti ini. Sayangnya, banyak kendala saat berbelanja lewat platform e-grocery, misalnya pilihan bahan makanan yang masih sangat terbatas.
“TravelioMart hadir untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Sehingga, saat Anda tinggal di apartemen kami, Anda tidak hanya mengenal kami sebagai penyedia platform, tapi sebagai rumah yang juga menyediakan segala kebutuhan Anda,” kata Christie.
COO berusia 32 tahun ini menjelaskan, TravelioMart menyeleksi supplier secara ketat guna memastikan terjaminnya kualitas & kesegaran bahan-bahan yang dijual. Salah satu karakteristik startup, terutama yang masih di tahap awal, adalah kurangnya corporate infrastructure.
Hal tersebut memaksa para founders untuk menjalankan beberapa peran secara sekaligus, dan merangkap setara dengan lima orang. Sebagai COO, Christie tidak hanya harus mengenali satu-persatu komponen "mesin"-nya, namun juga harus memastikan semuanya berjalan dengan baik.
Dia menceritakan betapa beratnya tanggung jawab yang diemban setelah berhasil menggalang dana, karena harus langsung membangun infrastruktur yang mumpuni guna mencapai target-target yang diberikan oleh investor. Para founders menjadi semakin proaktif seiring diluncurkannya lini bisnis, produk, layanan, maupun infrastruktur baru untuk bisa scale up sebesar dua, tiga, atau bahkan berkali-kali lipat setelah berhasil mendapatkan pendanaan baru.
Lihat Juga :