Dicurigai Jadi Antek China, TikTok Siap Berpisah dari ByteDance
Kamis, 16 Maret 2023 - 06:16 WIB
loading...
TikTok Siap Berpisah dari ByteDance. FOTO/ AFP
A
A
A
NEW YORK - Terus ditekan negara barat, TikTok berencana berpisah dari perusahaan induknya ByteDance China untuk menyakin Amerika Serikat bahwa platfrom-nya aman.
BACA JUGA - ByteDance Akan Batasi Bocil Bermain TikTok
Hal tersebut pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg News pada hari Selasa (14/3/23), mengutip orang-orang yang mengklaim mengetahui masalah tersebut.
“Divestasi, yang dapat menghasilkan penjualan atau penawaran umum perdana, dianggap sebagai upaya terakhir dan akan dilakukan hanya jika proposal perusahaan yang ada dengan pejabat keamanan nasional AS tidak disetujui,” ungkap laporan tersebut, sebagaimana dilansir Reuters.
Aplikasi video bentuk pendek TikTok saat ini sedang menjalani tinjauan keamanan nasional oleh Komite Penanaman Modal Asing di Amerika Serikat (CFIUS) dan tahun lalu setuju untuk menerapkan sejumlah langkah di bawah rencana tersebut, yang dijuluki “Project Texas”.
“CFIUS terhenti dalam prosesnya, membuat TikTok tidak yakin apakah rencananya akan cukup untuk terus beroperasi di negara tersebut,” lanjut laporan tersebut.
BACA JUGA - ByteDance Akan Batasi Bocil Bermain TikTok
Hal tersebut pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg News pada hari Selasa (14/3/23), mengutip orang-orang yang mengklaim mengetahui masalah tersebut.
“Divestasi, yang dapat menghasilkan penjualan atau penawaran umum perdana, dianggap sebagai upaya terakhir dan akan dilakukan hanya jika proposal perusahaan yang ada dengan pejabat keamanan nasional AS tidak disetujui,” ungkap laporan tersebut, sebagaimana dilansir Reuters.
Aplikasi video bentuk pendek TikTok saat ini sedang menjalani tinjauan keamanan nasional oleh Komite Penanaman Modal Asing di Amerika Serikat (CFIUS) dan tahun lalu setuju untuk menerapkan sejumlah langkah di bawah rencana tersebut, yang dijuluki “Project Texas”.
“CFIUS terhenti dalam prosesnya, membuat TikTok tidak yakin apakah rencananya akan cukup untuk terus beroperasi di negara tersebut,” lanjut laporan tersebut.
Lihat Juga :