Elon Musk Jadi Target Penyelidikan FTC, Buntut PHK Massal dan Keputusan Kontroversial di Twitter
Rabu, 08 Maret 2023 - 09:59 WIB
loading...
Komisi Perdagangan Federal (FTC) turun tangan melakukan penyelidikan terhadap Elon Musk terkait sejumlah keputusan kontroversi sejak membeli Twitter Inc. Foto/yahoo/silicon angle
A
A
A
SAN FRANSISCO - Komisi Perdagangan Federal atau The US Federal Trade Commission (FTC) turun tangan melakukan penyelidikan terhadap Elon Musk terkait sejumlah keputusan kontroversi sejak membeli Twitter Inc. FTC dilaporkan terus meminta Twitter untuk menyerahkan komunikasi internal untuk lebih memahami cara kerja perusahaan setelah dipegang Elon Musk.
The Wall Street Journal yang pertama kali melaporkan kabar ini menyebutkan bahwa penyelidikan ini berkaitan dengan sejumlah masalah, terutama pemutusan hubungan kerja massal Twitter. Selain itu, terkait layanan Twitter Blue yang kontroversial, dan File Twitter yang bahkan lebih kontroversial.
Dalam surat kepada Twitter menunjukkan bahwa FTC curiga bahwa Twitter tidak mematuhi langkah-langkah kepatuhan yang ditetapkan badan tersebut setelah didenda USD150 juta pada Mei tahun lalu karena praktik penipuan. Selain itu, FTC sebagai regulator khawatir atas keputusan Twitter memberhentikan begitu banyak pekerja.
Baca juga; Elon Musk Masuk ke Kantor Twitter, CEO dan CFO Twitter Keluar
Termasuk di dalamnya pekerja kunci yang terlibat dengan privasi dan keamanan, sehingga platform tersebut mungkin tidak dapat berjalan dengan baik. FTC juga khawatir bahwa Twitter Blue dibuat terburu-buru, yang juga berpotensi menimbulkan masalah privasi dan keamanan.
The Wall Street Journal yang pertama kali melaporkan kabar ini menyebutkan bahwa penyelidikan ini berkaitan dengan sejumlah masalah, terutama pemutusan hubungan kerja massal Twitter. Selain itu, terkait layanan Twitter Blue yang kontroversial, dan File Twitter yang bahkan lebih kontroversial.
Dalam surat kepada Twitter menunjukkan bahwa FTC curiga bahwa Twitter tidak mematuhi langkah-langkah kepatuhan yang ditetapkan badan tersebut setelah didenda USD150 juta pada Mei tahun lalu karena praktik penipuan. Selain itu, FTC sebagai regulator khawatir atas keputusan Twitter memberhentikan begitu banyak pekerja.
Baca juga; Elon Musk Masuk ke Kantor Twitter, CEO dan CFO Twitter Keluar
Termasuk di dalamnya pekerja kunci yang terlibat dengan privasi dan keamanan, sehingga platform tersebut mungkin tidak dapat berjalan dengan baik. FTC juga khawatir bahwa Twitter Blue dibuat terburu-buru, yang juga berpotensi menimbulkan masalah privasi dan keamanan.
Lihat Juga :