Penemuan Kawat Berduri Romawi Kuno, Pertahanan Paku yang Dipopulerkan Julius Caesar

Senin, 06 Maret 2023 - 19:26 WIB
loading...
A A A
Tahun ini, tim mahasiswa yang dipimpin oleh Frederic Auth menemukan paku kayu yang diawetkan di tanah lembap Bukit Bloskopf. Lokasi ini merupakan tempat perkemahan Romawi kedua yang baru ditemukan berjarak 1,3 mil atau 2 kilometer dari benteng pertama.
Penemuan Kawat Berduri Romawi Kuno, Pertahanan Paku yang Dipopulerkan Julius Caesar


Tim arkeolog juga menemukan koin dari tahun 43 M, membuktikan bahwa kedua benteng tersebut secara signifikan mendahului sistem benteng yang lebih besar yang dikenal sebagai "kapur" yang dibangun pada tahun 110 M. Kapur berarti "garis batas" adalah perbatasan yang dibentengi tembok yang membentang di sepanjang Kekaisaran Romawi utara.

Baca juga; Koin Kuno Bergambar Charlemagne, Kaisar Romawi dari Aachen Jerman yang Berleher Pendek

Sejarawan Romawi kuno Tacitus menawarkan petunjuk tentang apa yang dipertahankan oleh kedua benteng tersebut. Dia mencatat bahwa seorang gubernur Romawi bernama Curtius Rufus mencoba menambang perak di daerah ini pada tahun 47 M, tetapi hanya menemukan sedikit.

Pada kenyataannya, Bad Ems memiliki banyak perak sekitar 200 ton ditemukan berabad-abad kemudian tetapi orang Romawi tidak menggali cukup dalam untuk mendapatkannya. Ada kemungkinan orang Romawi mendirikan kemah untuk mempertahankan diri dari serangan saat mereka mencoba menambang bahan mentah yang penting ini, kata para arkeolog.

Sementara Julius Caesar (hidup dari 100 SM hingga 44 SM) meninggal jauh sebelum benteng di Bad Ems didirikan. Strateginya untuk menciptakan sistem pertahanan parit-dan-paku bertahan lebih lama darinya.
Penemuan Kawat Berduri Romawi Kuno, Pertahanan Paku yang Dipopulerkan Julius Caesar
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rakyat Jerman Dukung...
Rakyat Jerman Dukung Larang Penggunaan Sosmed untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Australia Kembalikan...
Australia Kembalikan 17 Artefak Firaun Langka ke Mesir
Jerman Larang Penjualan...
Jerman Larang Penjualan Gas Tertawa kepada Anak-anak
10 Peninggalan Kuno...
10 Peninggalan Kuno yang Penuh Teka-teki dan Belum Terpecahkan
Gua Kristal yang Menakjubkan...
Gua Kristal yang Menakjubkan Ditemukan Memiliki Rahasia Mematikan
Keberadaan Tembok Misterius...
Keberadaan Tembok Misterius di Bawah Laut Teluk Mecklenburg Masih Jadi Teka-teki
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
Sejarawan dan Akademisi...
Sejarawan dan Akademisi Apresiasi Kepemimpinan Wali Kota Agustina Selamatkan Artefak dan Arsip Kemaritiman
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Rekomendasi
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Berita Terkini
Sekolah untuk Robot...
Sekolah untuk Robot Humanoid Resmi Dibuka, Ini Pelajarannya
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
Meta Bantah Tuduhan...
Meta Bantah Tuduhan Medsosnya Menyebabkan Anak-anak Kecanduan
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Bot Judi Online Kini...
Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved