Orang Tua Waspada, Penjahat Siber Incar Game Roblox hingga Fortnite
Jum'at, 03 Maret 2023 - 10:59 WIB
loading...
Para penjahat dunia maya dengan sengaja membuat situs game palsu yang membangkitkan minat anak-anak untuk mengikuti halaman phishing dan mengunduh file berbahaya. Foto: dok Roblox
A
A
A
JAKARTA - Pakar Kaspersky menemukan penjahat dunia maya meluncurkan lebih dari 7 juta serangan terhadap anak-anak lewat eksploitasi judul-judul game terpopuler di 2022. Dibanding 2021, penjahat dunia maya melakukan 4,5 juta serangan, naik 57 persen di 2022.
Laporan terbaru Kaspersky “The Dark Side Of Kids’ Virtual Gaming Worlds” itu mengungkap risiko bagi gamer anak-anak.
Penjahat siber menggunakan halaman phishing untuk menargetkan pemain muda. Sebagian besar meniru judul global termasuk game Roblox, Minecraft, Fortnite, dan Apex Legends. Game-game tersebut banyak digunakan anak usia 3-16 tahun.
BACA JUGA: Waspada, Layanan Kencan Online di Hari Valentine Dibombardir 5 Serangan Siber Berbahaya Ini
Pada 2022, sebanyak 232.735 pemain menemukan hampir 40.000 file, termasuk malware dan aplikasi yang berpotensi berbahaya dan disamarkan sebagai game anak-anak.
Karena anak-anak di usia ini sering tidak memiliki komputer sendiri dan bermain dari perangkat orang tua, ancaman yang disebarkan oleh penjahat dunia maya kemungkinan besar ditujukan untuk mendapatkan data kartu kredit dan kredensial orang tua.
Laporan terbaru Kaspersky “The Dark Side Of Kids’ Virtual Gaming Worlds” itu mengungkap risiko bagi gamer anak-anak.
Penjahat siber menggunakan halaman phishing untuk menargetkan pemain muda. Sebagian besar meniru judul global termasuk game Roblox, Minecraft, Fortnite, dan Apex Legends. Game-game tersebut banyak digunakan anak usia 3-16 tahun.
BACA JUGA: Waspada, Layanan Kencan Online di Hari Valentine Dibombardir 5 Serangan Siber Berbahaya Ini
Pada 2022, sebanyak 232.735 pemain menemukan hampir 40.000 file, termasuk malware dan aplikasi yang berpotensi berbahaya dan disamarkan sebagai game anak-anak.
Karena anak-anak di usia ini sering tidak memiliki komputer sendiri dan bermain dari perangkat orang tua, ancaman yang disebarkan oleh penjahat dunia maya kemungkinan besar ditujukan untuk mendapatkan data kartu kredit dan kredensial orang tua.
Lihat Juga :