ChatGPT Meledak di Seluruh Dunia, China Batasi Penggunaannya

Kamis, 02 Maret 2023 - 11:04 WIB
loading...
ChatGPT Meledak di Seluruh...
Pengguna ChatGPT dibatasi di China . FOTO/ searchengine journal
A A A
BEIJING - ChatGPT OpenAI meledak popularitasnya di seluruh dunia. Aplikasi ini dan telah menjadi aplikasi yang disukai dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah.

BACA JUGA - Perbankan Dituntut Gunakan Teknologi Berbasis Kecerdasan Buatan

Chatbot telah menarik perhatian dengan kemampuannya untuk melakukan percakapan alami dengan pengguna dan menjawab berbagai pertanyaan.

Kesuksesan perangkat lunak tersebut telah mengacak-acak beberapa perusahaan teknologi terbesa seperti Alphabet (induk Google) dan Microsoft untuk meluncurkan fungsi baru di Google dan Bing.

Saat perlombaan AI memanas, perusahaan teknologi besar di China juga berebut untuk membuat versi lokal mereka sendiri.

Sementara itu, pihak berwenang di China saat ini disebut membatasi penggunaan chatbot. Beberapa aplikasi China yang populer menghapus akses ke ChatGPT.

Meskipun ChatGPT tidak tersedia secara resmi di China, warga telah menggunakan jaringan pribadi dan nomor telepon asing untuk membantu mereka mengakses aplikasi tersebut.

Pencarian untuk ChatGPT di platform China tidak lagi bisa dilakukan dan diganti dengan pemberitahuan.

Pemberitahuan ini mengatakan bahwa mereka telah ditangguhkan karena "melanggar undang-undang dan peraturan yang relevan", South China Morning Post melaporkan.

Aplikasi bernama ChatGPTRobot dan AIGC Chat Robot mengatakan program mereka telah ditangguhkan karena "pelanggaran hukum dan peraturan yang relevan".

Bahkan Shenlan BL dan AI Duihua memberi tahu penggunanya bahwa layanan akses ChatGPT mereka telah "tidak tersedia" tanpa menyebutkan alasannya.

Aplikasi lain, seperti ChatgptAiAi dan Chat AI Conversation, juga mengalami nasib yang sama.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Rekomendasi
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved