Mengenal Phantom Space Strike China, Rudal Terbaru yang Dapat Mengirim Sinyal Palsu
Senin, 27 Februari 2023 - 15:02 WIB
loading...
Phantom Space Strike China merupakan sebuah proyek taktik yang dirancang untuk menciptakan segerombolan sinyal target palsu dari luar angkasa. Foto DOK ist
A
A
A
JAKARTA - Phantom Space Strike China merupakan sebuah proyek taktik yang dirancang untuk menciptakan segerombolan sinyal target palsu dari luar angkasa . Taktik tersebut belum diuji dalam kehidupan nyata lantaran dinilai ilmuwan dapat menyebabkan perang nuklir yang tidak disengaja.
Dalam simulasi komputer, para peneliti beserta Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) meluncurkan rudal balistik ke luar angkasa, dimana mereka melepaskan tiga pesawat ruang angkasa kecil jauh di atas atmosfer bumi.
Setelah mencapai luar angkasa, rudal balistik melepaskan muatan satelitnya yang kemudian menghasilkan sinyal spoofing untuk mengelabui radar pertahanan rudal target.
Baca juga : Spesifikasi Rudal Balistik Antarbenua Sarmat Rusia yang Bisa Memicu Kiamat
Aksi tersebut membuat rudal tak bersenjata itu tampak sebagai ancaman yang lebih serius dari pada yang sebenarnya. Serangan spoofing mengakibatkan sistem pertahanan rudal menembakkan rudal pencegat ke target yang tidak ada.
Menurut Zhao Yanli, seorang insinyur senior di PLA Unit 63891, yang mengembangkan dan menguji teknologi dan peralatan baru. Dia dan timnya mengeksploitasi kelemahan radar pertahanan rudal serta keunggulan umpan berbasis satelit.
Dalam simulasi komputer, para peneliti beserta Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) meluncurkan rudal balistik ke luar angkasa, dimana mereka melepaskan tiga pesawat ruang angkasa kecil jauh di atas atmosfer bumi.
Setelah mencapai luar angkasa, rudal balistik melepaskan muatan satelitnya yang kemudian menghasilkan sinyal spoofing untuk mengelabui radar pertahanan rudal target.
Baca juga : Spesifikasi Rudal Balistik Antarbenua Sarmat Rusia yang Bisa Memicu Kiamat
Aksi tersebut membuat rudal tak bersenjata itu tampak sebagai ancaman yang lebih serius dari pada yang sebenarnya. Serangan spoofing mengakibatkan sistem pertahanan rudal menembakkan rudal pencegat ke target yang tidak ada.
Menurut Zhao Yanli, seorang insinyur senior di PLA Unit 63891, yang mengembangkan dan menguji teknologi dan peralatan baru. Dia dan timnya mengeksploitasi kelemahan radar pertahanan rudal serta keunggulan umpan berbasis satelit.
Lihat Juga :