Dihancurkan Letusan Gunung Vesuvius, Rahasia Penerus Alexander Agung Diungkap Teknologi AI
Kamis, 09 Februari 2023 - 21:36 WIB
loading...
Sebuah mozaik kuno bergambar Alexander Agung yang ditemukan di Pompeii, Italia. Foto/Live Science/Wikimedia
A
A
A
PARIS - Gulungan papirus berusia 2.000 tahun yang dikenal sebagai The Lost Book karena hancur akibat letusan gunung berapi Vesuvius berhasil diungkap isinya berkat teknologi Artificial Intelligence (AI). Gulungan papirus itu ternyata isinya menuliskan dinasti yang menggantikan Alexander Agung.
Gulungan papirus yang dijuluki The Lost Book atau Buku yang Hilang ini kondisinya hangus menjadi arang akibat letusan gunung Vesuvius tahun 79 M. Berabad-abad kemudian, gulungan itu diserahkan kepada Napoleon Bonaparte pada tahun 1804.
Buku yang hilang itu berasal dari Vila Papirus di Herculaneum, sebuah kota yang hancur di sepanjang Pompeii ketika Gunung Vesuvius meletus setelah pergantian milenium pertama. Vila tersebut, dinamai berdasarkan banyak ditemukan gulungan papirusnya yang berisi tulisan filsuf Philodemus (hidup sekitar tahun 110 SM sampai 30 SM).
Baca juga; Inovasi Perawatan Gigi Kini Menggunakan Teknologi Artificial Intelligence
Bongkahan gulungan papirus yang menghitam ini diberikan kepada Napoleon Bonaparte dan diserahkan ke Institut de France di Paris. Pada tahun 1986, upaya membuka gulungan papirus malah mengakibatkan kerusakan lebih lanjut.
Dikutip dari laman Live Science, Kamis (9/2/2023), saat ini para peneliti menggunakan teknologi machine learning, cabang dari kecerdasan buatan (artificial intelligence), untuk mengungkap isi papirus itu. Teknologi machine learning digunakan karena mampu membedakan tinta samar pada gulungan papirus yang kondisinya tak utuh.
Gulungan papirus yang dijuluki The Lost Book atau Buku yang Hilang ini kondisinya hangus menjadi arang akibat letusan gunung Vesuvius tahun 79 M. Berabad-abad kemudian, gulungan itu diserahkan kepada Napoleon Bonaparte pada tahun 1804.
Buku yang hilang itu berasal dari Vila Papirus di Herculaneum, sebuah kota yang hancur di sepanjang Pompeii ketika Gunung Vesuvius meletus setelah pergantian milenium pertama. Vila tersebut, dinamai berdasarkan banyak ditemukan gulungan papirusnya yang berisi tulisan filsuf Philodemus (hidup sekitar tahun 110 SM sampai 30 SM).
Baca juga; Inovasi Perawatan Gigi Kini Menggunakan Teknologi Artificial Intelligence
Bongkahan gulungan papirus yang menghitam ini diberikan kepada Napoleon Bonaparte dan diserahkan ke Institut de France di Paris. Pada tahun 1986, upaya membuka gulungan papirus malah mengakibatkan kerusakan lebih lanjut.
Dikutip dari laman Live Science, Kamis (9/2/2023), saat ini para peneliti menggunakan teknologi machine learning, cabang dari kecerdasan buatan (artificial intelligence), untuk mengungkap isi papirus itu. Teknologi machine learning digunakan karena mampu membedakan tinta samar pada gulungan papirus yang kondisinya tak utuh.
Lihat Juga :