Seukuran Koin tapi Mematikan, Ini Kandungan Zat Berbahaya Kapsul Radioaktif yang Hilang

Kamis, 02 Februari 2023 - 19:04 WIB
loading...
Seukuran Koin tapi Mematikan,...
Kapsul radioaktif kecil yang hilang setelah terjatuh dari truk telah ditemukan di Jalan Raya dekat kota Newman, pedalaman Australia Barat. Foto/ABC/Department of Fire and Emergency Services WA
A A A
PERTH - Kapsul radioaktif kecil yang hilang setelah terjatuh dari truk telah ditemukan di Jalan Raya dekat kota Newman, pedalaman Australia Barat. Kapsul perak seukuran koin ini mengandung cesium-137 yang mampu mengirimkan 10 ledakan sinar-X setiap jam.

Jadi, ketika kapsul radioaktif kecil ini dikabarkan hilang dan jatuh di suatu tempat di sepanjang Jalan Tol 95 di gurun luas Australia Barat sepanjang 1.400 kilometer, telah menimbulkan kepanikan. Pencarian dalam skala besar dilakukan selama dua minggu terakhir untuk mencari kapsul radioaktif itu.

Raksasa pertambangan Rio Tinto mengeluarkan permintaan maaf atas hilangnya kapsul radioaktif itu. Kapsul sepanjang 8 milimeter merupakan bagian dari pengukur yang digunakan untuk mendeteksi bijih besi.

Baca juga; Pencarian Kapsul Radioaktif yang Hilang Diperluas, Australia Keluarkan Tanda Bahaya

Kapsul radioaktif itu sedang diangkut ke selatan dari lokasi tambang Gudai-Darri di barat laut Australia ke ibu kota negara bagian Perth. Namun, ketika guncangan dari truk menyebabkan wadahnya lepas dan memantulkan kapsul ke jalan.

Pencarian skala besar dilakukan dan masyarakat diperingatkan untuk menjauh untuk menghindari paparan yang dapat menyebabkan luka bakar radiasi, penyakit atau bahkan kematian. Akhirnya, tim yang terdiri dari Organisasi Sains dan Teknologi Nuklir Australia bekerja sama dengan Departemen Pemadam Kebakaran dan Layanan Darurat Australia menemukan kapsul tersebut.
Seukuran Koin tapi Mematikan, Ini Kandungan Zat Berbahaya Kapsul Radioaktif yang Hilang


Lokasi kapsul radioaktif itu hanya 2 meter dari sisi jalan dan dideteksi melalui ping peralatan pendeteksi radiasi yang dipasang di truk. Mereka sekarang telah menyiapkan "zona panas" 20 meter di sekitar perangkat, dan akan menempatkannya di dalam wadah timah untuk dibawa ke tempat yang aman.

Baca juga; Perusahaan Raksasa Tambang Rio Tinto Minta Maaf Atas Hilangnya Kapsul Radioaktif

“Saya ingin menekankan ini adalah hasil yang luar biasa. Para kru pencari benar-benar telah menemukan jarum di tumpukan jerami,” kata Stephen Dawson, Menteri Layanan Darurat Australia Barat dikutip dari Live Science, Kamis (2/2/2023).

Radioaktif Cesium-137
Cesium-137 adalah isotop radioaktif yang terbentuk ketika uranium-238 terbelah melalui fisi nuklir. Menurut Edward Obbard, insinyur bahan nuklir di University of New South Wales Sydney, Cesium-137 memiliki waktu paruh 30 tahun dan sangat berbahaya.
Seukuran Koin tapi Mematikan, Ini Kandungan Zat Berbahaya Kapsul Radioaktif yang Hilang


“Jika Anda berdiri satu meter darinya selama satu jam, Anda akan menerima dosis radiasi sekitar 1 millisievert. Itu kira-kira seperdua puluh dari dosis yang boleh diterima oleh orang yang bekerja dengan radiasi dalam setahun," kata Obbard.

Baca juga; Kapsul Radioaktif Australia yang Hilang Ditemukan

Andrew Robertson, Kepala Petugas Kesehatan Australia Barat, mengatakan bahwa akan ada penyelidikan terhadap semua aspek acara tersebut, termasuk pengelolaan kapsul oleh Rio Tinto. Hukuman maksimum untuk kelalaian penanganan bahan radioaktif di bawah Australian Radiation Protection and Nuclear Safety Act 1998 adalah 1.000 dolar Australia atau sekitar USD707.

“Seharusnya tidak hilang, itu yang pertama. Dan kedua, ya tentu saja angka itu sangat rendah. Tapi saya menduga itu sangat rendah karena orang tidak mengira barang seperti itu akan hilang,” kata Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Energi Nuklir Bakal...
Energi Nuklir Bakal Jadi Pilihan di Masa Depan
AS Kembangkan Baterai...
AS Kembangkan Baterai Nuklir Berdaya Tinggi untuk Pertahanan Militer
China Bangun Pusat Nuklir...
China Bangun Pusat Nuklir dengan Teknologi Cerdas Pertama di Dunia
Pembuangan Limbah Nuklir...
Pembuangan Limbah Nuklir Fukushima ke Laut Dihentikan setelah Gempa Besar di Jepang
Benua Australia Bergerak...
Benua Australia Bergerak Cepat, NOAA: Berpotensi Menabrak Indonesia
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Rekomendasi
Kejutan! Paraguay Singkirkan...
Kejutan! Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Berita Terkini
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Infografis
9 IAIN Berubah Jadi...
9 IAIN Berubah Jadi UIN, Ini Daftar 11 PTKN yang Beralih Status
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved