Gajah, Satu-satunya Hewan yang Bisa Cegah Bumi Alami Kiamat Lingkungan

Selasa, 24 Januari 2023 - 07:00 WIB
loading...
Gajah, Satu-satunya...
Gajah memegang peranan penting terhadap iklim lingkungan bumi. Foto/IST
A A A
JAKARTA - Gajah ternyata memegang peranan penting dalam mencegah bumi mengalami kiamat lingkungan. Sayang, populasi hewan besar itu kini semakin kritis.

Laporan yang dibuat peneliti Saint Louis University yang dimuat jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menyebutkan gajah menciptakan hutan yang menyimpan lebih banyak karbon atmosfer dan menjaga keanekaragaman hayati hutan di Afrika.

Populasi gajah yang terus berkurang justru akan membuat hutan hujan Afrika tengah dan barat akan kehilangan antara enam dan sembilan persen kemampuannya untuk menangkap karbon di atmosfer. Alhasil pemanasan udara yang terjadi di bumi akan semakin besar.

Stephen Blake, asisten profesor biologi di Universitas Saint Louis merekam dengan teliti bagaimana hewan megaherbivora itu memiliki pengaruh yang begitu kuat terhadap retensi karbon di hutan hujan Afrika.Dalam penelitian itu mereka melihat berkurangnya populasi gajah diikuti dengan menurunnya keanekaragaman hayati hutan.

Populasi gajah terus berkurang karena manusia masih suka berburu gajah. Hal itu terjadi selama ribuan tahun dan semakin mengkhawatirkan.

Baca juga : China Mulai Longgarkan Aturan Pengetatan Bermain Game

"Kami berkesimpulan jika kita kehilangan gajah hutan, kita akan melakukan tindakan merugikan global terhadap mitigasi perubahan iklim. Peran gajah hutan di lingkungan global kita terlalu penting untuk diabaikan," tegas Stephen Blake.

Dalam penelitian itu diketahui gajah memberikan peranan yang snagat besar buat pohon-pohon di hutan. Dalam hutan terdapat beberapa jenis pohon mulai dari pohon dengan kerapatan karbon rendah dan pohon dengan kerapatan karbon tinggi.

Pohon dengan kepadatan karbon rendah tumbuh dengan cepat, menjulang di atas tanaman dan pohon lain untuk mendapatkan sinar matahari. Sementara itu, pohon dengan kerapatan karbon tinggi tumbuh lambat, membutuhkan lebih sedikit sinar matahari dan mampu tumbuh di tempat teduh.

Gajah justru hadir dengan memberi makan lebih banyak pada pohon-pohon dengan kepadatan rendah karbon. Upaya itu justru menurut Stephen Blake merupakan cara "menipiskan" hutan.

Penipisan itu justru upaya untuk mengurangi persaingan antar pohon dan memberikan lebih banyak cahaya, ruang dan nutrisi tanah untuk membantu pohon berkarbon tinggi untuk tumbuh subur.

Baca juga : Gawat, Letusan Gunung Marapi Diprediksi Bakal Guncang dan Rugikan Ekonomi Dunia

Gajah, Satu-satunya Hewan yang Bisa Cegah Bumi Alami Kiamat Lingkungan


"Jika ada banyak pohon dengan kepadatan karbon tinggi di sekitar, itu berarti satu pesaing berkurang, dieliminasi oleh gajah.”

Gajah juga merupakan penyebar benih pohon dengan kepadatan karbon tinggi yang sangat baik. Pohon-pohon ini sering menghasilkan buah-buahan bergizi besar yang dimakan gajah.

Benih-benih itu melewati usus gajah tanpa rusak dan ketika dilepaskan melalui kotoran, mereka siap untuk berkecambah dan tumbuh menjadi beberapa pohon terbesar di hutan.

Jadi, gajah secara langsung terikat untuk mempengaruhi tingkat karbon di atmosfer. Pohon dengan kepadatan karbon tinggi menyimpan lebih banyak karbon dari atmosfer di dalam kayunya daripada pohon dengan kepadatan karbon rendah, membantu memerangi pemanasan global .

“Gajah adalah tukang kebun di hutan. Mereka melakukan banyak sekali pekerjaan untuk menjaga keanekaragaman hutan," pungkas Stephen Blake.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
NASA Deteksi Sungai...
NASA Deteksi Sungai Eufrat Akan Kering Total pada Tahun 2040
Ilmuwan Temukan Fakta...
Ilmuwan Temukan Fakta Alam Eemesta Mengembang 10% Lebih Cepat dari Prediksi
Ratusan Gempa Bumi Terdeteksi...
Ratusan Gempa Bumi Terdeteksi di Gletser Kiamat Antartika
2 Ramalan 2026 Nostradamus...
2 Ramalan 2026 Nostradamus Terbukti di Awal Tahun
Atmosfer Bumi Bocor...
Atmosfer Bumi Bocor ke Luar Angkasa, Ilmuwan Yakin Kiamat Semakin Dekat
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Buntut Pengunjung Masuk...
Buntut Pengunjung Masuk Kandang Gajah, Ragunan Perketat Pengawasan
Rekomendasi
FIA UI Gelar Pengabdian...
FIA UI Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia di Sijuk Belitung
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Hendak Demo di Bundaran...
Hendak Demo di Bundaran HI, Mahasiswa Diadang Polisi di Depan UOB Plaza
Berita Terkini
Xbox Hadapi Tekanan...
Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Infografis
Rusia Klaim Su-57 Satu-satunya...
Rusia Klaim Su-57 Satu-satunya yang Kalahkan Rudal Patriot AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved