China Mulai Longgarkan Aturan Pengetatan Bermain Game

Selasa, 24 Januari 2023 - 05:59 WIB
loading...
A A A
Sayangnya, pengetatan yang berjalan di sepanjang 2021 dan 2022 itu membuat industri game enggan untuk berkreasi seperti biasa.Hal itu berdampak pada keuntungan yang diraih oleh dua perusahaan game besar di China Tencent Holdings dan NetEase Inc.

Dilaporkan HT Tech, keuntungan yang didapat oleh kedua perusahaan itu terpotong setengahnya setelah aturan tersebut berlaku. Tencent mengaku keuntungan tahunan mereka turun sebesar 7 persen. Secara keseluruhan pendapatan produksi game juga turun 4,45 persen.

Baca juga : Volkswagen Pecat Desainer karena Gagal Penuhi Selera Bos

JP Morgan mengatakan pada 2022 lalu industri game di China justru mengalami kerugian sebesar USD40,1 miliar atau mencapai Rp602,3 triliun.

Menurut mereka tahun 2023 jadi momen yang baik buat industri game di China setelah pemerintah negara tersebut mulai mengendurkan peraturan. "Kami melihat langkah itu merupakan upaya pemerintah China yang melunak terhadap industri game. Dengan suplai game yang besar, akan pasar keseluruhan yang sangat tinggi, terutama di tahun baru China ini yang mana banyak sekali orang bermain game," lapor analis JP Morgan.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
China Siapkan Kerangka...
China Siapkan Kerangka Hukum untuk Mengatur Kecerdasan Buatan
AS dan China Berlomba...
AS dan China Berlomba Bangun Pusat Data AI di Luar Angkasa
Apa yang Dilakukan Elon...
Apa yang Dilakukan Elon Musk dan Tim Cook saat Menemani Trump ke China?
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Rekomendasi
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Shopee Campus Cup Diperpanjang!...
Shopee Campus Cup Diperpanjang! Waktunya All Out & Kumpulkan Poin untuk Bawa Kampus Kamu Jadi Juara!
Berita Terkini
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved