Gawat, Letusan Gunung Marapi Diprediksi Bakal Guncang dan Rugikan Ekonomi Dunia

Minggu, 22 Januari 2023 - 16:00 WIB
loading...
Gawat, Letusan Gunung...
Gunung Marapi yang ada di Sumatra Barat memiliki posisi yang sangat krusial buat wilayah negara lain. Foto/Sari Bundo
A A A
JAKARTA - Temuan yang mengejutkan diumumkan oleh sekelompok ilmuwan dari University of Cambridge, Inggris. Dalam laporan yang berjudul Impact of Severe Natural Catastrophes of Financial Markets mereka menyebutkan letusan Gunung Marapi merupakan salah satu dari beberapa bencana alam yang bakal mengguncang dunia dan mengganggu kegiatan bisnis.

Laporan itu menyebutkan bahwa selain korban jiwa, kerusakan yang disebabkan oleh bencana alam berdampak pada kegiatan ekonomi. Mereka mencontohkan tragedi topan Katrina yang tidak hanya menewaskan 1.800 orang tapi juga membuat pasar saham di New York, Amerika Serikat menderita kerugian USD150 miliar atau setara Rp2.246 triliun.

"Dalam laporan ini kami mengeksplorasi potensi bencana alam yang sangat besar untuk memicu guncangan pasar dan selanjutnya kemerosotan ekonomi," tulis laporan tersebut.

Dalam laporan itu terdapat enam bencana alam yang bakal memporak-porandakan manusia baik dari segi korban jiwa dan ekonomi. Keenamnya adaalah dua gempa bumi besar, dua badai tropis, dan dua letusan gunung.

Baca juga : Banyak Manfaatnya, Ini Ternyata Fungsi Chip di Plat Nomor Kendaraan

Gawat, Letusan Gunung Marapi Diprediksi Bakal Guncang dan Rugikan Ekonomi Dunia


Kedua letusan gunung yang dikhawatirkan adalah letusan Gunung Marapi di Sumatra Barat dan letusan Gunung Rainier di Washington DC, Amerika Serikat. Gunung Marapi terakhir erupsi yang sangat besar pada 1815 dan langsung membuat perubahan iklim dunia yang sangat signifikan.

"Material piroklastik yang tidak terkonsolidasi (Tephra) Gunung Marapi terbang sampai ke Malaysia dan Singapura. Kondisi itu memengaruhi udara perjalana dan mengganggu rantai pasokan global yang vital," gambar laporan itu.

Mereka menyebutkan letusan Gunung Marapi pernah mencapai status Volcanic Explosity Index (VEI) 2. Hanya saja gunung tersebut memiliki potensi ledakan yang lebih dari 8. Tentunya jika hal itu terjadi akan membuat kerusakan jadi sangat besar dan fatal.

Lara Mani, ahli vulkanologi di Pusat Studi Risiko Eksistensial Universitas Cambridge, mengatakan kepada BBC bahwa VEI empat hingga enam sudah cukup untuk mengganggu seluruh kegiatan manusia.

Baca juga : Indomobil Hadirkan Platform Daring Mobil Bekas yang Bebas Banjir dan Tabrakan

Letusan itu diperkirakan akan membuat seluruh dunia akan menderita. "Suhu rata-rata global akan turun 1 deraja celcius hingga tiga tahun. Kondisi itu akan mengakibatkan kelainan iklim yang parah yang menyebabkan kekurangan pangan global yang besar," jelasnya.

Yang bikin mengkhawatirkan lagi adalah posisi Gunung Marapi yang dekat dengan berbagai negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Kedua negara tersebut memiliki jantung bisnis dengan frekuensi tinggi yakni Selat Malaka, Malaysia dan Bandara Changi, Singapura,

Letusan Gunung Marapi akan membuat seluruh aktivitas tersebut terhenti. Pasalnya efek letusan gunung akan terasa dan terbawa angin hingga ke wilayah tersebut. Bahkan tidak hanya Bandara Changi saja yang terkena dampaknya tapi juga sampai Bandara-bandara lain yang ada di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Menurut Daily Mail kerugian ekonomi yang disebabkan oleh letusan Gunung Marapi diperkirakan akan membuat Indonesia kehilangan pendapatan sebesar USD3,35 miliar atau mencapai Rp50,1 triliun. Itu pun menurut mereka baru kerugian dari sektor pariwisata.

(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Meksiko Akan Tenggelam...
Meksiko Akan Tenggelam Lebih Cepat Dibanding Negara Lain di Dunia
NASA Laporkan Gunung...
NASA Laporkan Gunung Berapi Bawah Laut Teraktif di Dunia Keluarkan Gelembung
Fenomena Alam Ini yang...
Fenomena Alam Ini yang Bikin Tanah Bergerak dan Lubang Raksasa Bermuncuan
Badai Salju Setebal...
Badai Salju Setebal 5 Meter Menimbun Bangunan di Rusia
Gunung Berapi Purba...
Gunung Berapi Purba Etiopia Meletus setelah 12.000 Tahun Tertidur
Gerakan Solidaritas...
Gerakan Solidaritas BEM UI untuk Bencana Aceh
Gempa M6,2 Guncang Pulau...
Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku Utara, Begini Analisa BMKG
Gempa M6,2 Guncang Pulau...
Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku, BMKG: Waspada Gempa Susulan
Rekomendasi
Sinopsis, Pemain, dan...
Sinopsis, Pemain, dan Link Nonton Wedding Agreement di VISION+
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
Cristiano Ronaldo Viral...
Cristiano Ronaldo Viral Ucap Bismillah, Bolehkah Hanya Bismillah atau Bismillahirrahmanirrahim? Ini Penjelasan Ulama
Berita Terkini
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Lewat Rural Youth AI...
Lewat Rural Youth AI Facilitator, Telkom Akselerasi Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved