Spesifikasi Bom Tandan DPICM, Berisi 2 Jenis Granat Anti-Lapis Baja dan Personel

Sabtu, 14 Januari 2023 - 15:27 WIB
Bom tandan DPICM atau DPICM cluster munitions merupakan amunisi konvensional yang ditingkatkan dengan tujuan ganda (dual-purpose improved conventional munition/DPICM). Foto/globalsecurity
KIEV - Bom tandan DPICM atau DPICM cluster munitions merupakan amunisi konvensional yang ditingkatkan dengan tujuan ganda (dual-purpose improved conventional munition/DPICM). Bom tandan DPICM lebih efektif karena memiliki kekuatan penghancur 5-10 kali lebih banyak daripada proyektil 155 mm konvensional.

Sebab, bom tandan DPICM berisi artileri atau hulu ledak rudal permukaan-ke-permukaan yang dirancang untuk meledak menjadi submunisi (beberapa amunisi kecil) pada ketinggian dan jarak optimal dari target. Submunisi ini saat meledak membentuk fragmentasi (serpihan logam) yang punya peran ganda sebagai anti-armor dan anti-personel.



Peran ganda sebagai penghancur kendaraan lapis baja dan anti-personel, membuat bom tandan ini disebut DPICM alias dual-purpose improved conventional munition. Beberapa submunisi diperkirakan dirancang untuk reaksi tertunda atau penolakan mobilitas, jadi amunisi ini berfungsi sebagai ranjau yang baru meledak saat mendapat benturan atau tekanan.

Dikutip dari laman globalsecurity, Sabtu (14/1/2023), submunisi atau peledak pada bom tandan DPICM yang digunakan dikenal sebagai M77 yang dibuat di AS. M77 memiliki ukuran dengan diameter 42 mm dan panjang 81 mm.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!