Satelit AS Diperkirakan Jatuh di Dekat Semenanjung Korea

Senin, 09 Januari 2023 - 16:14 WIB


Satelit ini dirancang untuk beroperasi hanya selama dua tahun tetapi terus berdetak hingga 2005, setelah itu menjadi bongkahan sampah luar angkasa yang besar dan kuat. Berbagai usaha telah dilakukan untuk menarik pesawat ruang angkasa secara bertahap sejak saat itu.

Baca juga; Membentuk Bola Api, Satelit Mata-Mata Rusia Jatuh ke Bumi

Satelit ERBS adalah kasus yang berbeda dan unik. Sebab, satelit yang sudah tidak berfungsi ini berada di luar angkasa sudah hampir selama empat dekade. Tetap saja, kasus ini menjadi pengingat tentang adanya ancaman kecelakaan pesawat ruang angkasa dari orbit Bumi. Apalagi, saat ini semakin banyak satelit yang diluncurkan ke luar angkasa.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!