Mengungkap Misteri Matahari dengan Teleskop DKIST, 2 Hal Ini Bikin Penasaran Ilmuwan
Kamis, 22 Desember 2022 - 21:39 WIB
Memahami bagaimana matahari bekerja bukan hanya untuk kepentingan akademis. Meskipun berjarak 150 juta kilometer, aktivitas matahari memiliki konsekuensi bagi kehidupan di Bumi, yang oleh para ilmuwan disebut cuaca luar angkasa.
Baca juga; Bikin Merinding, Begini Penampakan Wajah Matahari yang Membara
Cuaca luar angkasa dapat mencakup semburan besar radiasi elektromagnetik yang disebut solar flares, serta coronal mass ejections (CMEs) yang menembakkan gumpalan besar plasma ke luar angkasa. Cuaca luar angkasa dapat membahayakan astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional, merusak satelit di orbit, dan mengganggu komunikasi radio.
Peristiwa cuaca antariksa menjadi lebih sering dan lebih parah menjelang puncak siklus matahari 11 tahun. Saat ini, aktivitas matahari secara umum semakin meningkat, dengan prediksi maksimum matahari terjadi pada tahun 2025.
“Mempelajari cuaca antariksa penting bagi ekonomi global karena badai matahari dapat memengaruhi teknologi canggih yang sangat kita andalkan dalam kehidupan kita sehari-hari," ujar Elsayed Talaat, Direktur Kantor Proyek, Perencanaan, dan Analisis di layanan data satelit di Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA).
Baca juga; Bikin Merinding, Begini Penampakan Wajah Matahari yang Membara
Cuaca luar angkasa dapat mencakup semburan besar radiasi elektromagnetik yang disebut solar flares, serta coronal mass ejections (CMEs) yang menembakkan gumpalan besar plasma ke luar angkasa. Cuaca luar angkasa dapat membahayakan astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional, merusak satelit di orbit, dan mengganggu komunikasi radio.
Peristiwa cuaca antariksa menjadi lebih sering dan lebih parah menjelang puncak siklus matahari 11 tahun. Saat ini, aktivitas matahari secara umum semakin meningkat, dengan prediksi maksimum matahari terjadi pada tahun 2025.
“Mempelajari cuaca antariksa penting bagi ekonomi global karena badai matahari dapat memengaruhi teknologi canggih yang sangat kita andalkan dalam kehidupan kita sehari-hari," ujar Elsayed Talaat, Direktur Kantor Proyek, Perencanaan, dan Analisis di layanan data satelit di Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA).
(wib)
Lihat Juga :