Google Kembangkan Kecerdasan Buatan untuk Deteksi Banjir dan Kebakaran Hutan
Jum'at, 04 November 2022 - 09:00 WIB
Matias mencatat bahwa kerusakan bencana banjir mempengaruhi lebih dari 250 juta orang setiap tahun. Pemanasan global kemungkinan akan mengakibatkan lebih banyak banjir, yang membuat sistem deteksi seperti yang sedang dikerjakan Google menjadi kritis.
Dengan menggunakan data prakiraan cuaca, perusahaan dapat memberikan peringatan banjir hingga seminggu sebelumnya, kata manajer teknik staf senior Sella Nevo.
Sistem ini jauh lebih canggih dari yang sebelumnya hanya mampu memberi peringatan sekitar 48 jam sebelumnya. Adapun terkait kebakaran hutan, Matias menulis bahwa Google mendeteksi batas api menggunakan model AI baru berdasarkan citra satelit dan menunjukkan lokasi real-time mereka di Penelusuran dan Maps.
Perusahaan mengatakan tahun lalu bahwa mereka akan membuat alat pelacak kebakaran itu tersedia di seluruh dunia. Sistem baru menggunakan pembelajaran mesin yang lebih canggih untuk meningkatkan deteksi dan pemantauan kebakaran.
Google juga mengklaim menggunakan data dari National Oceanic and Atmospheric Administration dan satelit NASA untuk pelacakan kebakaran.
Dengan menggunakan data prakiraan cuaca, perusahaan dapat memberikan peringatan banjir hingga seminggu sebelumnya, kata manajer teknik staf senior Sella Nevo.
Sistem ini jauh lebih canggih dari yang sebelumnya hanya mampu memberi peringatan sekitar 48 jam sebelumnya. Adapun terkait kebakaran hutan, Matias menulis bahwa Google mendeteksi batas api menggunakan model AI baru berdasarkan citra satelit dan menunjukkan lokasi real-time mereka di Penelusuran dan Maps.
Perusahaan mengatakan tahun lalu bahwa mereka akan membuat alat pelacak kebakaran itu tersedia di seluruh dunia. Sistem baru menggunakan pembelajaran mesin yang lebih canggih untuk meningkatkan deteksi dan pemantauan kebakaran.
Google juga mengklaim menggunakan data dari National Oceanic and Atmospheric Administration dan satelit NASA untuk pelacakan kebakaran.
Lihat Juga :