6 Fakta Titanoboa, Spesies Ular Terbesar yang Pernah Hidup di Muka Bumi
Rabu, 19 Oktober 2022 - 19:09 WIB
Ikan tersebut kemungkinan besar adalah jenis lungfish atau jenis ikan bertulang yang disebut osteoglossomorphs, yang sebagian besar sudah punah. Namun dimungkinkan juga bahwa ular raksasa ini memakan buaya, burung hingga kura kura.
5. Habitat Titanoboa
Habitat asli ular Titanoboa ini sangat mirip dengan habitat asli Anaconda yakni di daerah yang lembab dan bersuhu tropis seperti di wilayah Amerika Selatan. Ini karena fosil ular tersebut memang ditemukan di daerah Peru dan Kolombia.
Diketahui bahwa pada masa titanoboa masih hidup temperatur di Bumi dapat mencapai 90 derajat celcius,. Pada suhu yang demikian panas dan lembab, ular ini bisa tumbuh lebih besar.
6. Penyebab Kepunahan Titanoboa
Dilansir dari laman Prehistoric Wildlife, punahnya ular titanoboa sebenarnya belum diketahui dengan pasti. Namun terdapat teori bahwa punahnya ular ini dikarenakan perubahan suhu global.
Suhu global pada masa itu rata-rata menurun dengan lambat. Ini menjadi pergeseran global dari zaman Paleosen ke zaman Miosen. Penurunan suhu inilah yang diduga membuat titanoboa tidak dapat mempertahankan metabolisme tubuh mereka.
Teori lain mengungkapkan bahwa titanoboa punah karena kehilangan habitat. Dimulai dari curah hujan yang menurun sehingga membuat kekeringan yang membuat wilayah yang sebelumnya hijau menjadi tandus.
5. Habitat Titanoboa
Habitat asli ular Titanoboa ini sangat mirip dengan habitat asli Anaconda yakni di daerah yang lembab dan bersuhu tropis seperti di wilayah Amerika Selatan. Ini karena fosil ular tersebut memang ditemukan di daerah Peru dan Kolombia.
Diketahui bahwa pada masa titanoboa masih hidup temperatur di Bumi dapat mencapai 90 derajat celcius,. Pada suhu yang demikian panas dan lembab, ular ini bisa tumbuh lebih besar.
6. Penyebab Kepunahan Titanoboa
Dilansir dari laman Prehistoric Wildlife, punahnya ular titanoboa sebenarnya belum diketahui dengan pasti. Namun terdapat teori bahwa punahnya ular ini dikarenakan perubahan suhu global.
Suhu global pada masa itu rata-rata menurun dengan lambat. Ini menjadi pergeseran global dari zaman Paleosen ke zaman Miosen. Penurunan suhu inilah yang diduga membuat titanoboa tidak dapat mempertahankan metabolisme tubuh mereka.
Teori lain mengungkapkan bahwa titanoboa punah karena kehilangan habitat. Dimulai dari curah hujan yang menurun sehingga membuat kekeringan yang membuat wilayah yang sebelumnya hijau menjadi tandus.
(bim)
Lihat Juga :