Gempa 5.0 SR Picu Aktivitas Tak Biasa Gunung Berapi Mauna Loa
Senin, 17 Oktober 2022 - 13:13 WIB
gunung berapi Mauna Loa, yang meliputi setengah dari Hawaii dan merupakan gunung berapi aktif terbesar di Bumi. FOTO/ IST
HONOLULU - Sekelompok peneliti memperingatkan peningkatan aktivitas bawah tanah menyusul gempa Bumi berkekuatan 5,0 skala Richter yang melanda gunung berapi aktif di negara bagian Hawaii, Amerika Serikat (AS).
BACA JUGA - Alasan Indonesia 'Akrab' dengan Gempa Bumi
Seperti dilansir dari Metro Senin (17/10/2022), gunung berapi Mauna Loa, yang meliputi setengah dari Hawaii dan merupakan gunung berapi aktif terbesar di Bumi, telah mengalami serangkaian getaran dengan gempa berkekuatan 4,6 yang tercatat hanya beberapa detik sebelum gempa yang lebih besar menyusul.
Gempa susulan diperkirakan akan berlanjut selama berminggu-minggu dengan para ilmuwan memantau dengan cermat setiap peningkatan aktivitas.
“Goyangan dari gempa bumi yang lebih besar mungkin cukup kuat untuk menyebabkan kerusakan kecil terutama pada bangunan tua,''
"Kedua gempa terjadi dalam waktu 24 detik satu sama lain, menciptakan getaran dengan durasi yang lebih lama dan berpotensi berdampak lebih besar daripada gempa sebelumnya," kata Observatorium Gunung Api Hawaii dalam sebuah pernyataan.
BACA JUGA - Alasan Indonesia 'Akrab' dengan Gempa Bumi
Seperti dilansir dari Metro Senin (17/10/2022), gunung berapi Mauna Loa, yang meliputi setengah dari Hawaii dan merupakan gunung berapi aktif terbesar di Bumi, telah mengalami serangkaian getaran dengan gempa berkekuatan 4,6 yang tercatat hanya beberapa detik sebelum gempa yang lebih besar menyusul.
Gempa susulan diperkirakan akan berlanjut selama berminggu-minggu dengan para ilmuwan memantau dengan cermat setiap peningkatan aktivitas.
“Goyangan dari gempa bumi yang lebih besar mungkin cukup kuat untuk menyebabkan kerusakan kecil terutama pada bangunan tua,''
"Kedua gempa terjadi dalam waktu 24 detik satu sama lain, menciptakan getaran dengan durasi yang lebih lama dan berpotensi berdampak lebih besar daripada gempa sebelumnya," kata Observatorium Gunung Api Hawaii dalam sebuah pernyataan.
Lihat Juga :