Waspada, Ada 12 Juta Serangan Phising di Asia Tenggara Selama 2022

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 17:11 WIB
Seperti namanya "advance atau canggih", APT menggunakan teknik peretasan yang berkelanjutan, rahasia, dan canggih untuk mendapatkan akses ke sistem dan tetap berada di dalam untuk jangka waktu yang lama, dengan konsekuensi yang berpotensi merusak.

APT biasanya menyesuaikan serangan dengan target bernilai besar, seperti negara dan perusahaan besar, di mana tujuan akhirnya adalah mencuri informasi dalam jangka waktu yang lama, bukan sekadar "menyusup masuk" dan pergi dengan cepat, seperti yang dilakukan banyak peretas topi hitam (black hat) selama serangan dunia maya tingkat rendah.

BACA JUGA: Samsung Indonesia Ekspor 8 Juta Unit Smartphone Selama 2018-2022

Noushin Shabab, Peneliti Keamanan Senior untuk Tim Riset dan Analisis Global (GReAT) di Kaspersky, mengungkapkan dalam presentasi baru-baru ini bahwa phishing bertarget, juga dikenal sebagai spear phishing, adalah vektor infeksi pilihan dari kelompok APT yang beroperasi di wilayah tersebut.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!