Tawaran Damai Diejek Presiden Ukraina, Elon Musk Putus Jaringan Internet Starlink dan Tagih Bayaran

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 08:57 WIB
Padahal sejak awal konflik Rusia dan Ukraina, Elon Musk, telah membantu perlawanan Kiev dengan memberikan layanan internet militer negara itu melalui jaringan satelit Starlink SpaceX. Elon Musk mencatat bahwa SpaceX tidak meminta penggantian biaya masa lalu, namun setelah proposal damai yang ditawarkan dikecam, dia menegaskan tidak dapat mendanai sistem yang tanpa batas.

Elon Musk menolak mengirim beberapa ribu terminal lagi untuk penggunaan data hingga 100 kali lebih besar daripada rumah tangga biasa. Selama ini SpaceX telah menutupi biaya layanan dari sekitar 20.000 unit Starlink yang disumbangkan ke Ukraina.

“Selain terminal, kita harus membuat, meluncurkan, memelihara dan mengisi ulang satelit, stasiun bumi, serta membayar perusahaan telekomunikasi untuk akses ke Internet melalui gateway,” tweet Musk tentang Starlink, yang digunakan militer Ukraina sebagai mode komunikasi vital.

Bahkan menurut The Washington Post, pemerintah AS juga ikut serta, menghabiskan jutaan untuk mengirim terminal satelit Ukraina. Secara keseluruhan, seperti yang dilaporkan CNN minggu ini, sekitar 85% unit telah dibayar atau dibayar sebagian oleh AS, Polandia, atau entitas lain.

Baca juga; Satelit Starlink Dapat Serangan Cyber di Atas Ukraina, Elon Musk Fokus Pertahanan

SpaceX mendekati Pentagon untuk dana tambahan bulan lalu, menurut laporan CNN, memperkirakan bahwa biaya masa depan di Ukraina akan berjumlah hampir USD400 juta selama 12 bulan ke depan. “Kami juga harus bertahan dari serangan cyber dan jamming, yang semakin sulit. Pembiayaan mendekati USD20 juta/bulan,” lanjut Elon Musk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!