Tabrakan Wahana DART dan Asteroid Dimorphos Ciptakan Puing Sejauh 10.000 Km
Selasa, 04 Oktober 2022 - 11:38 WIB
Gambar yang diambil segera setelah tabrakan menunjukkan awan debu besar mengelilingi Dimorphos. Pada hari-hari berikutnya sebagian besar awan membentang menjadi ekor di belakang asteroid.
Ini terjadi melalui proses yang sama seperti pembentukan ekor komet, di mana radiasi dari matahari mendorong material ke dalam aliran di belakang tubuh utama objek. Mengamati puing-puing yang tertinggal dari dampak akan memberi tahu para astronom tentang struktur internal Dimorphos.
Studi ini akan menjadi kunci untuk merancang misi masa depan untuk membelokkan asteroid, karena itu adalah salah satu faktor utama yang menentukan bagaimana dampak mengubah lintasan batu. Sebuah batu dengan interior dan struktur yang kuat lebih mungkin untuk dibelokkan, bukan dihancurkan.
Baca juga; NASA Sukses Luncurkan DART, Jarak Tempuh 7 Juta Mil Misi Menabrak Asteroid Dimorphos
Ini terjadi melalui proses yang sama seperti pembentukan ekor komet, di mana radiasi dari matahari mendorong material ke dalam aliran di belakang tubuh utama objek. Mengamati puing-puing yang tertinggal dari dampak akan memberi tahu para astronom tentang struktur internal Dimorphos.
Studi ini akan menjadi kunci untuk merancang misi masa depan untuk membelokkan asteroid, karena itu adalah salah satu faktor utama yang menentukan bagaimana dampak mengubah lintasan batu. Sebuah batu dengan interior dan struktur yang kuat lebih mungkin untuk dibelokkan, bukan dihancurkan.
Baca juga; NASA Sukses Luncurkan DART, Jarak Tempuh 7 Juta Mil Misi Menabrak Asteroid Dimorphos
Lihat Juga :