Ilmuwan Kelabakan Memahami Cuaca Super-Ekstrem yang Terjadi di China

Jum'at, 23 September 2022 - 10:31 WIB
Diketahui dari pertengahan Juni hingga akhir Agustus tahun ini, gelombang panas menyebar di China tengah, timur dan selatan. Gelombang panas itu merupakan yang terpanjang dan paling intens sejak pencatatan dimulai pada tahun 1961. Hampir satu miliar orang mengalami suhu melebihi 35 derajat celcius, dan 360 juta merasakan suhu lebih dari 40 derajat celcius di beberapa titik selama gelombang panas.

Saat ini sepanjang Juli dan Agustus, lembah Sungai Yangtze di China selatan mengalami kekeringan terburuk sejak 1972. Kekeringan ekstrem juga permukaan air di danau air tawar terbesar di China, Danau Poyang, turun dari 19 meter pada bulan Juni menjadi 9 meter pada akhir Agustus.

Tren ekstrem ini diselingi dengan kebakaran hutan di luar musim dan kantong regional hujan lebat yang menyebabkan banjir bandang. “Ini adalah tahun yang sangat tidak normal,” kata Fang Keyan, seorang ilmuwan iklim di Fujian Normal University di Fuzhou, Cina.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!