Waspada Jika Buang Air Besar Lebih dari Sekali Sehari, Ilmuwan Bilang Ini Alarm Penting

Kamis, 15 September 2022 - 19:54 WIB
Temuan menunjukkan bahwa mereka yang buang air besar "lebih dari sekali sehari" memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung iskemik bila dibandingkan dengan orang yang buang air besar sekali sehari. Penyakit jantung iskemik, juga dikenal sebagai penyakit jantung koroner (PJK), terjadi ketika suplai darah jantung tersumbat atau terganggu oleh penumpukan lemak di arteri koroner dan seringkali merupakan awal dari serangan jantung.

Tren ini selanjutnya dikaitkan dengan sejumlah komplikasi kronis lainnya. Ini termasuk gagal jantung, penyakit paru obstruktif kronik, diabetes mellitus tipe 2 dan penyakit ginjal kronis (CKD).

Di ujung lain spektrum, frekuensi buang air besar terendah, kurang dari tiga kali seminggu, juga dikaitkan dengan risiko penyakit jantung coroner yang lebih besar, kejadian koroner utama, stroke iskemik, dan penyakit ginjal kronis. Ini dikaitkan dengan sembelit, misalnya, adalah salah satu risiko penyakit kardiovaskular, dan pasien dengan penyakit kardiovaskular cenderung mengalami sembelit.

Baca juga; Perubahan Kebiasaan Buang Air Bisa Jadi Gejala Diabetes

Para peneliti menyimpulkan: “BMF (bowel movement frequency/frekuensi buang air besar) dikaitkan dengan risiko masa depan beberapa penyakit vaskular dan non-vaskular. Integrasi penilaian BMF dan konseling kesehatan ke dalam perawatan primer harus dipertimbangkan."
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!