Hacker Eropa dan AS Sebut Keamanan Siber Indonesia Lemah

Kamis, 08 September 2022 - 23:04 WIB
Hacker berusia 19 tahun itu tidak membeberkan situs spesifik yang telah diretasnya. Namun, Gimmci mengaku memiliki lebih dari 130.000 database Indonesia yang terdiri dari foto KTP, foto keluarga, NPWP dan masih banyak lagi, yang diperolehnya secara ilegal dari platform pencarian kerja.

Gimmci mengungkapkan bahwa peretasan juga merupakan pekerjaan utamanya, karena pekerjaan profesionalnya adalah di industri keamanan siber. Berbeda dengan Xerxes, yang tidak mengungkapkan pekerjaannya.

Baca juga; Serang Indonesia, Hacker Pakai Nama Pos Indonesia

Menurut IBM’s 2022 Threat Intelligence Index, ransomware menyumbang 21% dari total serangan pada tahun 2021. Interpol menempatkan Indonesia di peringkat pertama di Asia Tenggara dengan 1,3 juta kasus ransomware.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!