Hacker Eropa dan AS Sebut Keamanan Siber Indonesia Lemah

Kamis, 08 September 2022 - 23:04 WIB
Peretas atau hacker yang mengaku berasal Eropa dengan nama samara Xerxes menyebutkan sistem keamanan siber Indonesia lemah. Foto/ist
JAKARTA - Peretas atau hacker yang mengaku berasal Eropa dengan nama samara Xerxes menyebutkan sistem keamanan siber Indonesia sangat buruk. Xerxes menanggapi berbagai insiden kebocoran data (data breach) yang terjadi di Indonesia.

“Keamanan siber Indonesia sangat buruk, saya pikir itu dijalankan oleh anak-anak berusia 14 tahun,” kata Xerxes dikutip dari the star, Kamis (8/9/2022). Xerxes digambarkan sebagai seorang peretas berusia 21 tahun dan telah mencuri hampir 500.000 data pengguna, lebih dari 1 juta basis data dan dokumen perusahaan.



Xerxes mengungkapkan, telah melakukan peretasan terhadap beberapa perusahaan Indonesia (namun tidak menyebutkan detailnya) Desember lalu dan menemukan kerentanan secara tidak sengaja. Dia berhasil mendapatkan akses langsung ke Structured Query Language (SQL) situs.

“Tentu saja, motivasi saya adalah uang. Ini bukan satu-satunya pekerjaan yang saya lakukan, tetapi saya menyukai pekerjaan ini, ini adalah hobi bagi saya. Saya biasanya hanya menjual data Indonesia dan negara-negara Tier 2 dan Tier 3,” kata Xerxes.

Baca juga; Hacker Bjorka Kritik Pedas Pernyataan Kominfo

Peretas lain yang mengaku berasal dari Amerika Serikat dan berkomunikasi menggunakan nama panggilan Gimmci mengatakan melihat banyak kerentanan di situs Indonesia. “Saya tidak mengatakan itu (yang) lemah, tetapi, pada kenyataannya, bahkan situs pemerintah pun masih bisa diretas,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!