Beda dengan Kominfo, Pakar Sebut Data Pendaftar Kartu SIM yang Bocor 100% Valid

Selasa, 06 September 2022 - 21:22 WIB
Kebocoran data akan meningkatkan risiko korban menjadi korban kejahatan siber. Foto: ist
JAKARTA - Kasus kebocoran 1,3 miliar data pendaftar kartu SIM mendapat sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya.

Dalam pernyataannya, Alfons mengklaim telah melakukan investigasi terhadap 2 juta sample data yang bisa didapat secara gratis. Dikatakan bahwa data yang bocor benar-benar otentik.



"Keabsahan data yang diberikan, apakah nomor telepon, NIK yang terkandung di dalam sampel data yang diberikan tersebut cukup otentik," kata Alfons seperti dikutip dari pernyataan resmi, Selasa (6/9).

Alfons menyebut telah mencoba menghubungi salah satu kontak dari data sample melalui aplikasi perpesanan WhatsApp. Ia menanyakan apakah benar kontak tersebut bernama Atika.

Kontak yang dihubungi kemudian membenarkan hal itu. Dari sana Alfons semakin yakin bahwa terbukti nama kontak dengan nomor memang sama.

"Dari nomor NIK yang diberikan sebagai sampel, semua nomor NIK yang dicek secara random 100 % merupakan NIK yang otentik dan nomor telepon yang terkait dengan NIK tersebut ternyata aktif dan memang digunakan oleh pemilik NIK yang bersangkutan," terangnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!