Eropa Bakal Punya Ponsel Tahan Lama Anti Rusak
Sabtu, 03 September 2022 - 08:19 WIB
Ini mencakup baterai, layar, pengisi daya, penutup belakang, serta baki kartu SIM dan memori. Uni Eropa bahkan meminta agar baterai mampu bertahan setidaknya hingga 500 kali pengisian penuh sebelum kesehatan baterai turun di bawah 83 persen.
Dengan begitu, jika komponen perangkat rusak, masih bisa diperbaiki. Konsumen tidak perlu lagi membeli perangkat baru, yang pada akhirnya akan mengurangi limbah gadget yang saat ini sudah di ambamg batas wajar.
Menurut sebuah penelitian, meningkatkan siklus hidup smartphone selama lima tahun sama dengan menghilangkan sekitar 5 juta mobil dari jalan dalam hal emisi.
Membuat ponsel dan tablet lebih dapat didaur ulang dan dapat diperbaiki akan mengurangi biaya konsumsi energi yang terkait dengan pembuatan dan penggunaannya hingga sepertiga kali lipat.
“Potensi kelebihan produksi, pergudangan berikutnya, dan penghancuran suku cadang secara alami akan menghasilkan sumber daya yang terbuang, pengurangan efisiensi material, dan nilai ekonomi negatif yang pada akhirnya mengakibatkan biaya yang lebih tinggi bagi konsumen,” kata Digital Europe, sebuah organisasi yang mewakili perusahaan teknologi dan kelompok perdagangan.
Dengan begitu, jika komponen perangkat rusak, masih bisa diperbaiki. Konsumen tidak perlu lagi membeli perangkat baru, yang pada akhirnya akan mengurangi limbah gadget yang saat ini sudah di ambamg batas wajar.
Menurut sebuah penelitian, meningkatkan siklus hidup smartphone selama lima tahun sama dengan menghilangkan sekitar 5 juta mobil dari jalan dalam hal emisi.
Membuat ponsel dan tablet lebih dapat didaur ulang dan dapat diperbaiki akan mengurangi biaya konsumsi energi yang terkait dengan pembuatan dan penggunaannya hingga sepertiga kali lipat.
“Potensi kelebihan produksi, pergudangan berikutnya, dan penghancuran suku cadang secara alami akan menghasilkan sumber daya yang terbuang, pengurangan efisiensi material, dan nilai ekonomi negatif yang pada akhirnya mengakibatkan biaya yang lebih tinggi bagi konsumen,” kata Digital Europe, sebuah organisasi yang mewakili perusahaan teknologi dan kelompok perdagangan.
Lihat Juga :