Alam Semesta Akan Suguhkan Fenomena Super Langka dalam Waktu Dekat

Selasa, 30 Agustus 2022 - 15:05 WIB
Sampai saat ini, hampir semua penggabungan ini merupakan pasangan lubang hitam biner dengan massa yang sebanding dengan bintang individu. Ada alasan yang sangat bagus untuk ini. LIGO dan Virgo, instrumen gelombang gravitasi yang bertanggung jawab untuk deteksi, dirancang untuk rentang massa ini.

Riak yang lebih berat yang dihasilkan oleh lubang hitam supermasif yang mengilhami dan bertabrakan, dalam kisaran jutaan hingga miliaran kali massa Matahari, berada dalam rentang frekuensi yang terlalu rendah untuk observatorium kita saat ini.

Namun, penggabungan sepasang lubang hitam supermasif akan menjadi hal yang sangat manis untuk diamati. Bahkan tanpa detektor yang mampu merasakan gelombang gravitasi frekuensi rendah, para ilmuwan berharap dapat melihat ledakan cahaya yang sangat besar di seluruh spektrum.

Data yang dikemas dalam ledakan itu bisa memberi tahu kita banyak tentang bagaimana peristiwa ini terjadi. Belum diketahui apakah nantinya lubang hitam akan menjadi lebih besar, tetapi ada beberapa petunjuk yang menunjukkan bahwa salah satu mekanismenya adalah penggabungan biner.

Seperti diketahui bersama, galaksi memiliki lubang hitam supermasif di pusatnya, dan kita telah mengamati tidak hanya pasangan dan kelompok galaksi yang bertabrakan, tetapi lubang hitam supermasif yang saling mengitari dalam orbit yang saling membusuk di pusat galaksi pasca-penggabungan ini.

Ini disimpulkan dari osilasi dalam cahaya yang dipancarkan dari pusat galaksi galaksi-galaksi ini, pada skala waktu reguler yang menunjukkan orbit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!