Pemulihan Ekonomi RI Butuh Pengembangan Ekosistem Infrastruktur Digital
Sabtu, 27 Juni 2020 - 07:20 WIB
Apresiasi senada disampaikan Ismail. “TIK dan pembangunan infrastruktur digital merupakan faktor utama yang harus didukung percepatannya, baik di masa pandemik maupun masa-masa setelahnya. Pandemik telah mendorong banyak perubahan, termasuk perilaku masyarakat dan stakeholder yang terlibat langsung di industri TIK harus menangkap dan mengelola dengan baik tantangan dan sekaligus peluang ini," ujarnya.
Pemerintah sendiri melihat adanya tantangan-tantangan yang harus dikelola dengan strategis oleh sektor TIK di masa sekarang, maupun di era New Normal yang menuntut percepatan tranformasi digital di semua sektor, termasuk UMKM.
Tantangan tersebut, antara lain penuntasan infrastruktur telekomunikasi yang memacu percepatan pembangunan konektivitas hingga ke desa-desa, terutama yang belum terjangkau oleh layanan 4G. Tantangan yang kedua adalah menjaga kedaulatan data.
Pemerintah berharap, data-data lokal yang berasal dari makin besarnya transaksi akan bermanfaat untuk pengembangan ekonomi digital Indonesia. Berhubungan erat dengan tantangan kedua, Ismail menyebut tantangan ketiga adalah bagaimana mendorong tumbuhnya platform dan aplikasi lokal yang mampu memberdayakan beragam sektor, dari pertanian, pendidikan, hingga kesehatan. Tantangan keempat adalah pembangunan talenta digital Indonesia.
Ismail memaparkan, dalam jangka pendek, pemerintah mendesain model kolaborasi baru untuk pembangunan akses komunikasi yang mampu menjangkau desa-desa yang belum tersentuh teknologi 4G, menginisiasi terselenggaranya gotong-royong menyediakan platform-platform yang dibutuhkan pada era New Normal.
Langkah berikutnya, sambung dia, menangkap peluang value chain ekonomi digital yang belum terisi, serta meningkatkan adopsi dan utilisasi digital. Terutama mendorong UMKM untuk Go-Digital dan membangun kultur baru berbasis teknologi digital.
Pemerintah sendiri melihat adanya tantangan-tantangan yang harus dikelola dengan strategis oleh sektor TIK di masa sekarang, maupun di era New Normal yang menuntut percepatan tranformasi digital di semua sektor, termasuk UMKM.
Tantangan tersebut, antara lain penuntasan infrastruktur telekomunikasi yang memacu percepatan pembangunan konektivitas hingga ke desa-desa, terutama yang belum terjangkau oleh layanan 4G. Tantangan yang kedua adalah menjaga kedaulatan data.
Pemerintah berharap, data-data lokal yang berasal dari makin besarnya transaksi akan bermanfaat untuk pengembangan ekonomi digital Indonesia. Berhubungan erat dengan tantangan kedua, Ismail menyebut tantangan ketiga adalah bagaimana mendorong tumbuhnya platform dan aplikasi lokal yang mampu memberdayakan beragam sektor, dari pertanian, pendidikan, hingga kesehatan. Tantangan keempat adalah pembangunan talenta digital Indonesia.
Ismail memaparkan, dalam jangka pendek, pemerintah mendesain model kolaborasi baru untuk pembangunan akses komunikasi yang mampu menjangkau desa-desa yang belum tersentuh teknologi 4G, menginisiasi terselenggaranya gotong-royong menyediakan platform-platform yang dibutuhkan pada era New Normal.
Langkah berikutnya, sambung dia, menangkap peluang value chain ekonomi digital yang belum terisi, serta meningkatkan adopsi dan utilisasi digital. Terutama mendorong UMKM untuk Go-Digital dan membangun kultur baru berbasis teknologi digital.
Lihat Juga :