SpaceX Luncurkan Kargo CRS 25 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, Bawa 2.630 Kg Logistik

Sabtu, 16 Juli 2022 - 17:07 WIB
Salah satu pengiriman misi yang paling besar dan paling penting adalah peralatan untuk Investigasi Sumber Debu Mineral Permukaan Bumi (EMIT). Setelah ditempelkan di luar ISS, eksperimen ini akan memindai Bumi untuk mempelajari bagaimana debu dari daerah gersang bergerak dengan angin dan mempengaruhi iklim.

“Memahami komposisi debu adalah kunci untuk memahami pemanasan versus pendinginan dan seberapa banyak, baik pada skala regional maupun global,” kata Roger Clark, ilmuwan senior di Planetary Science Institute di Tucson, Arizona, dan rekan penyelidik di EMIT misi, dikutip SINDOnews dari laman LiveScience, Sabtu (16/7/2022).

EMIT dapat secara tepat mengukur kandungan debu bumi dari luar angkasa dengan menggunakan teknik yang disebut spektrometri pencitraan. Di mana cahaya yang masuk dipisahkan menjadi panjang gelombang yang berbeda mulai dari ultraviolet hingga inframerah.

Baca juga; Uji Coba Peluncuran Starliner ke ISS, Bawa 226 Kg Kargo Berisi Makanan

Karena mineral tertentu di dalam awan debu hanya memantulkan panjang gelombang tertentu, EMIT dapat mengidentifikasi komposisi awan debu dengan memecahnya menjadi 288 kemungkinan warna. Setelah identifikasi ini, spektrometer akan menggunakan perangkat lunak unik untuk memetakan bahan yang terdeteksi ke lokasi mereka di seluruh dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!