Twitter Gugat India karena Kelabakan Ikuti Aturan Ujaran Kebencian

Rabu, 06 Juli 2022 - 11:10 WIB
Sementara Menteri Komunikasi India Ashwini Vaishnaw mengatakan penting untuk meminta pertanggungjawaban media. Menurutnya perusahaan mana pun, di sektor apa pun, mereka harus mematuhi hukum India. "Akuntabilitas media sosial sudah menjadi pertanyaan yang valid secara global. Ini penting untuk dimintai pertanggungjawabannya, yang pertama dimulai dari self-regulation, kemudian regulasi industri, baru disusul regulasi pemerintah,” ujarnya.

Disebutkan The Week saat ini jumlah pengguna Twitter di India mencapai 24 juta orang. Di saat yang sama Twitter justru telah menerima 17.000 permintaan selama Januari 2012 hingga Januari 2021 dari pemerintah India untuk memberedel akun-akun di Twitter yang dianggap menyuarakan ujaran kebencian.

Saat ini sudah ada 1.600 pengguna dan 3.800 cuitan yang sudah dihapus Twitter. Selain itu sebanya 6.300 pengguna masih dalam pengawasan ketat.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!