Teleskop Surya Raksasa Dibangun di Mongolia, Pantau Letusan Matahari yang Berbahaya
Selasa, 05 Juli 2022 - 14:03 WIB
Teleskop Radio Surya Daocheng (DSRT) sedang dibangun di Dataran Tinggi Tibet, Mongolia Dalam untuk mempelajari erupsi matahari yang berbahaya atau disebut lontaran massa koronal. Foto/China News Service/scmp
BEIJING - Teleskop Radio Surya Daocheng (DSRT) sedang dibangun di Dataran Tinggi Tibet, Mongolia Dalam untuk mempelajari erupsi matahari yang berbahaya atau disebut lontaran massa koronal (coronal mass ejections/CME). Teleskop surya ini memiliki 313 piringan, masing-masing berdiameter 6 meter, akan mendeteksi plasma magnet yang keluar dari atmosfer matahari.
Konstruksi susunan teleskop radio surya ini berbentuk lingkaran sehingga menjadi array melingkar terbesar di dunia dan diarahkan ke matahari. Lokasi pembangunan teleskop radio surya ini terletak di barat daya China ini diharapkan akan selesai pada akhir tahun ini.
“DSRT akan menjadi array melingkar terbesar di dunia untuk pencitraan radio surya, dan memungkinkan pengamatan lontaran massa koronal yang lebih akurat,” kata Wu Junwei dari National Space Science Centre, kepada pejabat China News Service yang dikutip SINDOnews dari laman South China Morning Post, Selasa (5/7/2022).
Baca juga; Dampak Letusan Matahari, 2 Badai Geomagnetik Akan Hantam Bumi
Konstruksi susunan teleskop radio surya ini berbentuk lingkaran sehingga menjadi array melingkar terbesar di dunia dan diarahkan ke matahari. Lokasi pembangunan teleskop radio surya ini terletak di barat daya China ini diharapkan akan selesai pada akhir tahun ini.
“DSRT akan menjadi array melingkar terbesar di dunia untuk pencitraan radio surya, dan memungkinkan pengamatan lontaran massa koronal yang lebih akurat,” kata Wu Junwei dari National Space Science Centre, kepada pejabat China News Service yang dikutip SINDOnews dari laman South China Morning Post, Selasa (5/7/2022).
Baca juga; Dampak Letusan Matahari, 2 Badai Geomagnetik Akan Hantam Bumi
Lihat Juga :