Demi Penelitian Bumi Selatan, Pertama Kali NASA Luncurkan Roket dari Australia Utara
Senin, 27 Juni 2022 - 20:29 WIB
Dikutip dari laman Space.com, roket yang diluncurkan telah dirancang dan dibangun oleh NASA dan akan digunakan untuk penyelidikan ilmiah tentang fisika matahari, astrofisika, dan jenis ilmu planet yang hanya dapat kita lakukan di belahan bumi selatan. Setelah peluncuran, NASA mengatakan akan membersihkan semua material seperti casing dan muatan dan mengembalikannya ke AS.
Arnhem Space Center dimiliki dan dioperasikan oleh Equatorial Launch Australia (ELA), yang bertujuan untuk menjadi tempat 50 peluncuran setahun pada 2024. Peluncuran berikutnya dijadwalkan pada 4 Juli 2022 dan NASA akan meluncurkan tiga roket.
Pusat Antariksa Arnhem terletak di tanah orang Gumatj, yang sebagai penjaga tradisional tanah, telah dikonsultasikan sebagai bagian dari proses persetujuan peluncuran. Ketua Gumatj Corporation Djawa Yunupingu kepada ABC tahun lalu mengatakan bahwa rencana peluncuran adalah "langkah menuju masa depan bagi orang-orang kami."
Baca juga; NASA Siapkan Peluncuran Misi Bulan Artemis 1 Akhir Agustus
Arnhem Space Center dimiliki dan dioperasikan oleh Equatorial Launch Australia (ELA), yang bertujuan untuk menjadi tempat 50 peluncuran setahun pada 2024. Peluncuran berikutnya dijadwalkan pada 4 Juli 2022 dan NASA akan meluncurkan tiga roket.
Pusat Antariksa Arnhem terletak di tanah orang Gumatj, yang sebagai penjaga tradisional tanah, telah dikonsultasikan sebagai bagian dari proses persetujuan peluncuran. Ketua Gumatj Corporation Djawa Yunupingu kepada ABC tahun lalu mengatakan bahwa rencana peluncuran adalah "langkah menuju masa depan bagi orang-orang kami."
Baca juga; NASA Siapkan Peluncuran Misi Bulan Artemis 1 Akhir Agustus
(wib)
Lihat Juga :