5 Ilmuwan Indonesia yang Terkenal di Luar Negeri, Nomor 3 Pernah Menjabat Presiden RI

Kamis, 16 Juni 2022 - 17:07 WIB
Foto/Fransisco.id

Warsito Taruno lahir di Karanganyar pada 15 Mei 1967 dikenal sebagai ahli kimia dan elektro yang menemukan Electrical Capacitance Volume Tomography (ECTV) atau teknologi pemindai 4D pertama di dunia. Teknologi ini lebih baik daripada MRI dan CT-scan karena sistem 4D memungkinkan pemindaian pasien dilakukan dengan mudah dan bahkan lebih cepat.

Dia menyelesaikan studi S1 dan S2 pada jurusan Teknik Kimia di Shizuoka University dan S3 pada jurusan Teknik Elektro di Universitas yang sama. Di dunia industri, ECVT yang digagas dan dikembangkan oleh Wasito mampu melacak partikel bergerak secara simultan berkecapatan sangat tinggi dalam mesin reactor, sebuah fenomena yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan simulasi super komputer.

Sementara di dunia medis, ECVT merupakan alternative system pemindaian dengan biaya murah, bebas radiasi, deteksi seketika atas kelainan fisiologis dalam payudara dan otak yang disebabkan oleh tumor, epilepsy, penyakit Alzheimer dan disfungsi otak lainnya.

Baca juga; Temuan Sensor Baru yang Mampu Deteksi Kanker Lebih Cepat

5. Yohanes Surya



Foto/yohanessurya.com

Yohanes Surya lahir di Jakarta pada tanggal 6 November 1963 dikenal sebagai fisikawan yang cerdas dan produktif menulis buku. Dia mulai memperdalam fisika pada jurusan Fisika MIPA Universitas Indonesia hingga tahun 1986, selanjutnya menempuh program master dan doktornya di College of William and Mary, Virginia, Amerika Serikat.

Program masternya diselesaikan pada tahun 1990 dan program doktornya di tahun 1994 dengan predikat cum laude. Setelah mendapatkan gelar doktor, Yohanes Surya menjadi Consultant of Theoretical Physics di TJNAF/CEBAF (Continous Electron Beam Accelerator Facility) Virginia, Amerika Serikat (1994).

Hal menarik dari Prof Yohanes Surya ketika mengatakan bahwa orang Indonesia itu cerdas, jika diberi kesempatan dan dilatih dengan baik. ”Tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanya anak yang tidak mendapat kesempatan belajar dari guru yang baik dan metode yang benar.”

Yohanes Surya produktif menulis buku untuk bidang Fisika/Matematika. Ada 68 buku sudah ditulis untuk siswa SD sampai SMA. Dia juga menulis ratusan artikel Fisika di jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional sehingga mencetuskan istilah Mestakung (Semesta Mendukung) serta pembelajaran Gasing (Gampang, Asyik, Menyenangkan).

Baca juga; Intip Rahasia Kuasai Matematika dari Fisikawan Yohanes Surya
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!