5 Ilmuwan Indonesia yang Terkenal di Luar Negeri, Nomor 3 Pernah Menjabat Presiden RI
Kamis, 16 Juni 2022 - 17:07 WIB
Yogi Ahmad Erlangga lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 8 Oktober 1974 dan dikenal sebagai ilmuwan yang berhasil memecahkan Persamaan Helmholtz menggunakan matematika numerik secara cepat (robust). Rumus ini dikenal sangat sulit dan hampir 30 tahun sulit dipecahkan.
Yogi Ahmad Erlangga, melalui riset doktoralnya, berhasil memecahkan rumus persamaan Helmholtz dengan predikat summa cumlaude pada tahun 2010 di Delft University of Technology (DUT), Belanda. Formula ini memungkinkan para insinyur untuk secara efektif dan mudah menemukan minyak dari bumi dengan menghitung gelombang elektromagnetik di dalamnya secara akurat.
Yogi Ahmad Erlangga yang lulus Teknik Penerbangan ITB pada 1998 saat ini mengajar sebagai dosen di universitas Al-Faisal di Riyadh, Arab Saudi. Persamaan Helmholtz yang dipecahkan juga bisa mengukur gelombang elektromagnetik untuk laser, penyimpanan data pada Disc Blu-ray, hingga radar penerbangan.
Baca juga; Formula Matematika Baru Dorong Kecepatan Jaringan 5G
3. Bacharuddin Jusuf Habibie
Foto/Dok/SINDOnews
Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang populer disebut BJ Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Beliau adalah Presiden ketiga Indonesia, seorang insinyur, dan industrialis penerbangan.
BJ Habibie memperoleh gelar sarjana di Technische Hoschule Aachen di Aachen, Jerman dan kemudian melanjutkan untuk mendapatkan gelar doktor di RWTH Aaachen. BJ Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, kemudian 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude
BJ Habibie mengembangkan teori tentang termodinamika, konstruksi pesawat, dan aerodinamika yang dikenal dunia sebagai Faktor Habibie, Teorema Habibie, dan Metode Habibie. Dia juga memprakarsai pembuatan pesawat N-250 saat kembali ke Indonesia dan diangkat sebagai CEO Indonesia Aerospace pada tahun 1974.
Baca juga; Biografi BJ Habibie: Karier, Sederet Penghargaan, hingga Filmnya
4. Warsito Taruno
Yogi Ahmad Erlangga, melalui riset doktoralnya, berhasil memecahkan rumus persamaan Helmholtz dengan predikat summa cumlaude pada tahun 2010 di Delft University of Technology (DUT), Belanda. Formula ini memungkinkan para insinyur untuk secara efektif dan mudah menemukan minyak dari bumi dengan menghitung gelombang elektromagnetik di dalamnya secara akurat.
Yogi Ahmad Erlangga yang lulus Teknik Penerbangan ITB pada 1998 saat ini mengajar sebagai dosen di universitas Al-Faisal di Riyadh, Arab Saudi. Persamaan Helmholtz yang dipecahkan juga bisa mengukur gelombang elektromagnetik untuk laser, penyimpanan data pada Disc Blu-ray, hingga radar penerbangan.
Baca juga; Formula Matematika Baru Dorong Kecepatan Jaringan 5G
3. Bacharuddin Jusuf Habibie
Foto/Dok/SINDOnews
Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang populer disebut BJ Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Beliau adalah Presiden ketiga Indonesia, seorang insinyur, dan industrialis penerbangan.
BJ Habibie memperoleh gelar sarjana di Technische Hoschule Aachen di Aachen, Jerman dan kemudian melanjutkan untuk mendapatkan gelar doktor di RWTH Aaachen. BJ Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, kemudian 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude
BJ Habibie mengembangkan teori tentang termodinamika, konstruksi pesawat, dan aerodinamika yang dikenal dunia sebagai Faktor Habibie, Teorema Habibie, dan Metode Habibie. Dia juga memprakarsai pembuatan pesawat N-250 saat kembali ke Indonesia dan diangkat sebagai CEO Indonesia Aerospace pada tahun 1974.
Baca juga; Biografi BJ Habibie: Karier, Sederet Penghargaan, hingga Filmnya
4. Warsito Taruno
Lihat Juga :