Uji Coba Peluncuran Starliner ke ISS, Bawa 226 Kg Kargo Berisi Makanan
Selasa, 17 Mei 2022 - 19:11 WIB
Menurut NASA, kargo Starliner sebagian besar berisi perbekalan, seperti pakaian dan kantong tidur untuk astronot CFT atau Crew Flight Test. Sedangkan untuk keperluan sains, adalah kapsul Starliner itu sendiri dan boneka Rosie, yang diuji apakah siap atau tidak untuk peluncuran berawak di masa depan.
Jika misi ini sukses, Boeing dan NASA merencanakan untuk peluncuran berawak pada akhir tahun ini. “Memiliki lebih banyak awak di orbit dan lebih banyak kargo bolak-balik dari ISS berarti kita dapat melakukan lebih banyak ilmu pengetahuan,” kata Wakil Kepala Ilmuwan NASA untuk Program Stasiun Luar Angkasa Internasional, Jennifer Buchli dikutip SINDOnews dari laman Space.com, Selasa (17/5/2022).
Misi OFT-2 ini bertujuan untuk menunjukkan kemampuan Starliner mampu dan berlabuh di stasiun luar angkasa (ISS). Untuk kesuksesan misi ini, kapsul Starliner menggunakan instrumen yang dikenal sebagai Pelacakan Sensor Elektro-optik berbasis Vision (Vision-based Electro-optical Sensor Tracking Assembly/VESTA).
Baca juga; Boeing Perkenalkan Desain dan Konsep Pesawat Hipersonik Baru
“Sistem ini menggunakan isyarat visual di stasiun luar angkasa, seperti panel surya dan menggunakan informasi pelacak bintang. Dengan perlatan ini dapat memperkirakan waktu dan lokasi yang tepat dari posisi relatif Starliner ke posisi Stasiun Luar Angkasa Internasional,” kata ,Amy Comeau, insinyur proyek untuk kantor kepala insinyur Boeing Starliner.
Jika misi ini sukses, Boeing dan NASA merencanakan untuk peluncuran berawak pada akhir tahun ini. “Memiliki lebih banyak awak di orbit dan lebih banyak kargo bolak-balik dari ISS berarti kita dapat melakukan lebih banyak ilmu pengetahuan,” kata Wakil Kepala Ilmuwan NASA untuk Program Stasiun Luar Angkasa Internasional, Jennifer Buchli dikutip SINDOnews dari laman Space.com, Selasa (17/5/2022).
Misi OFT-2 ini bertujuan untuk menunjukkan kemampuan Starliner mampu dan berlabuh di stasiun luar angkasa (ISS). Untuk kesuksesan misi ini, kapsul Starliner menggunakan instrumen yang dikenal sebagai Pelacakan Sensor Elektro-optik berbasis Vision (Vision-based Electro-optical Sensor Tracking Assembly/VESTA).
Baca juga; Boeing Perkenalkan Desain dan Konsep Pesawat Hipersonik Baru
“Sistem ini menggunakan isyarat visual di stasiun luar angkasa, seperti panel surya dan menggunakan informasi pelacak bintang. Dengan perlatan ini dapat memperkirakan waktu dan lokasi yang tepat dari posisi relatif Starliner ke posisi Stasiun Luar Angkasa Internasional,” kata ,Amy Comeau, insinyur proyek untuk kantor kepala insinyur Boeing Starliner.
Lihat Juga :