Ini 5 Hewan Paling Aneh yang Ada di Gurun

Kamis, 21 April 2022 - 21:38 WIB


Armadillo berbulu ini adalah salah satu hewan unik yang bisa mengeluarkan suara jeritan ketika kondisinya terancam. Jeritan ini sanat mengerikan dan mirip dengan suara tangis bayi yang baru lahir.

Penelitian yang diterbitkan pada tahun 2019 menunjukkan bahwa jeritan ini dirancang untuk mengejutkan predator. Jeritan ini juga untuk mengalihkan perhatian predator sehingga armadillo bisa melarikan diri.

Armadillo berbulu yang menjerit kecil, beratnya hanya 0,86 kilogram. Mereka tinggal di gurun Monte di Argentina, Bolivia, dan Paraguay, lebih menyukai tempat dengan tanah berpasir yang gembur di mana mereka dapat menggali liang, menurut Kebun Binatang Nasional Smithsonian.

BACA JUGA : Ini 5 Game Google Gratis dan Cara Memainkannya

Armadillo jarang minum karena ginjal mereka sangat efisien, dan mereka mendapatkan sebagian besar air yang mereka butuhkan dari tanaman yang mereka makan. Mereka juga memakan serangga dan hewan kecil lain seperti kadal dan tikus untuk menambah protein.

3. Kalajengking Berbulu



Di antara banyak spesies kalajengking yang menyebut rumah gurun, kalajengking gurun berbulu (Hadrurus arizonensis) adalah yang paling menonjol. Kalajengking ini dapat berukuran antara 10,2 hingga 17,8 cm. Menurut Kebun Binatang Hogle Utah, ukuran tersebut menjadikannya sebagai kalajengking terbesar di Amerika Utara.

Kalajengking ini berwarna hijau zaitun yang bisa menyala di bawah sinar ultraviolet (UV). Tidak ada yang tahu persis mengapa kalajengking bisa menyala. Kemungkinan sinar UV membantu mereka berburu di malam hari.

Kalajengking gurun berbulu ditemukan di gurun Sonora dan Mojave Amerika Utara, serta di Nevada dan Utah. Saat ingin kawin, kalajengking gurun berbulu jantan dan betina saling mengunci mirip pertandingan gulat.

Faktanya, jika pejantan tidak segera melarikan diri setelah kawin, dia mungkin akan menjadi makanan pasangannya.

Betina mengandung anak mereka selama enam sampai 12 bulan, melahirkan hingga 35 ekor anak yang membonceng karapas ibu mereka sampai mereka cukup besar untuk berburu sendiri.

Untungnya bagi manusia, kalajengking berbulu gurun lebih suka melarikan diri daripada menyengat, dan racun mereka relatif lemah. Bagi kebanyakan orang, sengatannya mirip dengan sengatan lebah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!