Metarisks, Ini Beragam Risiko Berada di Metavers Menurut Pakar Keamanan Siber
Jum'at, 01 April 2022 - 12:58 WIB
”Misalnya, rumah yang Anda beli di Decentraland dan sepasang sepatu kets virtual mewah dari OpenSea akan dapat diakses di semua platform, termasuk yang Anda gunakan untuk pergi bekerja di kantor virtual Anda. Ini menciptakan satu titik celah dan memberi tekanan yang lebih terhadap kebutuhan lebih besar dalam melindungi akun Anda,” ujar Sandra.
Masalah lain interoperabilitas ini dapat didasarkan pada blockchain, seperti Ethereum. ”Pengguna harus lebih baik menjaga identitas dan properti digital mereka tetap aman karena blockchain saat ini, menurut definisi, tidak memiliki otoritas pusat,” katanya.
Artinya, jika avatar NFT mewah Anda dicuri, platform tidak dapat membantu Anda. Ditambah, menautkan identitas (dan akses ke data pribadi) ke dompet blockchain, yang sekaligus tempat penyimpanan uang dan properti digital Anda, berarti penjahat dunia maya akan lebih bersemangat untuk mengaksesnya.
“Pada akhirnya, kepercayaan pada platform sangat penting. Banyak perusahaan sudah menggunakan cloud sebagai infrastruktur utama. Sehingga memindahkan kantor ke dunia VR tidak akan menjadi hal yang mengejutkan,” ujar Sandra.
BACA JUGA: Riset: 2030, 23 Juta Pekerjaan Hilang Gara-Gara Metaverse
Jika Metaverse benar-benar menjadi paradigma baru, maka berikut sejumlah tindakan dasar yang dapat memitigasi ancaman:
Masalah lain interoperabilitas ini dapat didasarkan pada blockchain, seperti Ethereum. ”Pengguna harus lebih baik menjaga identitas dan properti digital mereka tetap aman karena blockchain saat ini, menurut definisi, tidak memiliki otoritas pusat,” katanya.
Artinya, jika avatar NFT mewah Anda dicuri, platform tidak dapat membantu Anda. Ditambah, menautkan identitas (dan akses ke data pribadi) ke dompet blockchain, yang sekaligus tempat penyimpanan uang dan properti digital Anda, berarti penjahat dunia maya akan lebih bersemangat untuk mengaksesnya.
“Pada akhirnya, kepercayaan pada platform sangat penting. Banyak perusahaan sudah menggunakan cloud sebagai infrastruktur utama. Sehingga memindahkan kantor ke dunia VR tidak akan menjadi hal yang mengejutkan,” ujar Sandra.
BACA JUGA: Riset: 2030, 23 Juta Pekerjaan Hilang Gara-Gara Metaverse
Jika Metaverse benar-benar menjadi paradigma baru, maka berikut sejumlah tindakan dasar yang dapat memitigasi ancaman:
Lihat Juga :