Bahan Radioaktif Chernobyl Dijarah, Bisa Digunakan Bikin Bom Kotor

Kamis, 31 Maret 2022 - 18:19 WIB
Pencurian bahan radioaktif diketahui pada 25 Maret 2022. Para ilmuwan baru mengonfirmasi laporan ini dengan syarat anonim. Seorang ilmuwan ISPNPP kepada Live Science mengatakan kejadian itu "akurat berdasarkan informasi yang tersedia."

Bruno Merk, Ketua Penelitian dalam Pemodelan Komputasi untuk Teknik Nuklir di University of Liverpool mengatakan, bahan yang dicuri tidak dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir, karena tidak mengandung plutonium atau uranium.

“Saya tidak melihat bahwa risikonya lebih tinggi daripada sebelum Rusia menyerbu Ukraina. Sumber radioaktif ini dapat Anda curi di setiap rumah sakit. Akan selalu ada kemungkinan bagi seseorang untuk menyelinap masuk dan mencuri sesuatu,” katanya kepada New Scientist.

Baca juga; Efek Perang Rusia Ukraina, Radiasi Nuklir di Chernobyl Meningkat 20 Kali Lipat

Merk menambahkan, meskipun tidak berguna untuk membuat senjata nuklir, beberapa bahan yang dicuri dapat digunakan sangat terbatas dalam pembuatan bom kotor. “Ada begitu banyak sumber radioaktif di seluruh dunia. Jika seseorang ingin mendapatkannya, ada cara yang lebih mudah,” ujarnya.

Sementara itu, Edwin Lyman, seorang fisikawan dan Direktur Keselamatan Tenaga Nuklir dengan Union of Concerned Scientists menjelaskan, jika bahan limbah yang dicuri sangat radioaktif, perlu disimpan dan diangkut dalam pelindung berat, untuk melindungi penangan dari cedera radiasi. "Jadi saya menduga sampel yang dicuri juga jumlahnya sedikit," katanya kepada Live Science melalui email.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!