Wow, Transaksi e-Commerce 2022 Diprediksi Tembus Rp540 Triliun

Rabu, 30 Maret 2022 - 07:33 WIB
Wijayanto melanjutkan, logistik atau fulfillment kini menjadi sektor strategis yang harus dikembangkan, agar pelaku UKM dapat lebih mudah menyalurkan produknya pada konsumen. Para pelaku UKM, kata dia, harus diarahkan untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam memasarkan produknya.

Ia mengungkapkan, biasanya pelaku UKM terkendala ongkos ketika hendak mengirimkan barang dari satu kota ke kota lainnya.

Lewat teknologi digital, para pelaku UKM dapat memiliki gudang penyimpanan di kota lainnya, sehingga ongkos pengirimannya pun menjadi lebih murah. ”Jika konsumen di Jakarta, mengirimnya dari Jakarta tidak di Bandung. Ongkos kirim lebih murah dan pengemasan bagus. Lewat digitalisasi, UMKM bisa memanfaatkan fulfillment gudang yang ada,” ujarnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sendiri menggandeng startup Lodi Indonesia untuk memudahkan para pelaku UKM menyalurkan produknya kepada konsumen.

Lewat kerja sama dengan Lodi, para pelaku UKM bakal jadi semacam mitra yang mempunyai banyak gudang yang tersebar di kota besar, seperti Bandung, Jakarta hingga Medan. Diharapkan, pemerintah dapat membantu para pelaku UMKM untuk menekan ongkos pengiriman barang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!