Penemuan Kentang Raksasa di Selandia Baru, Hasil Tes DNA Bikin Sedih

Kamis, 24 Maret 2022 - 10:22 WIB
Menurut Amy Charkowski, profesor dan kepala departemen di College of Agricultural Sciences di Colorado State University di Fort Collins, umbi adalah struktur organik bawah tanah yang menyimpan air dan membantu tanaman tumbuh kembali setelah musim dingin atau cuaca buruk.

Charkowski berhipotesis, bagaimana Dug yang sebenarnya adalah akar umbi, tetapi tidak memiliki tunas seperti mata pada kentang. Dia awalnya terkejut karena telah mencoba sampel mentah Dug yang rasanya identik dengan kentang, tetapi penelitian lebih lanjut mengungkapkan chokos juga memiliki rasa yang serupa.

Menurut Wisconsin Master Gardener, Choko juga dikenal sebagai labu siam, tumbuh dari akar berbonggol. Namun, hasil pengujian ini melegakan bagi Craig-Brown, karena sebelumnya dia bingung bagaimana labu bisa masuk ke sisi kebunnya itu.

Baca juga; Selama Lebaran, Produksi Sayuran Meningkat, Ekspor Tumbuh Positif

Sebab, dia mengira Dug adalah kentang raksasa, seperti yang ditanam di kebunnya selama ini. "Setidaknya saya mendapat jawaban atas semua pertanyaan dan tidak perlu bangun jam 3 pagi untuk mencari tahu apa yang salah dengan Alam," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!