15 Fakta Quokka Hewan Paling Bahagia yang Mengorbankan Anaknya untuk Menyambung Hidup

Rabu, 16 Maret 2022 - 14:11 WIB
Kebakaran hutan, pemangsa, dan perusakan habitat telah mengurangi luas area yang dapat menopang populasi quokka. Populasi yang tersisa mendiami daerah kecil yang terlokalisasi di rawa-rawa dan hutan. Penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa populasi quokka menunjukkan preferensi habitat dan akan menghuni daerah yang tidak disukai quokka lainnya, seperti jenis rawa-rawa tertentu.

11. Beberapa bersifat teritorial

Quokka bersifat teritorial tergantung di mana mereka tinggal. Pejantan yang tinggal di daratan Australia akan mempertahankan wilayahnya dari pejantan lain. Betina yang tinggal di Pulau Rottnest, bagaimanapun, telah diamati hidup dalam kelompok yang tumpang tindih dan bahkan berbagi tempat berteduh di siang hari.

12. Mereka bertahan hidup dengan menyimpan lemak di ekornya

Quokka memiliki ekor panjang dan tebal yang mengandung simpanan lemak. Selama periode kekeringan atau ketersediaan makanan rendah, simpanan lemak ini dapat dipecah untuk menopang quokka sampai sumber makanan lain ditemukan.

13. Reproduksi Quokka tergantung di mana mereka tinggal

Quokka yang tinggal di daratan Australia berkembang biak sepanjang tahun dan dapat memiliki hingga 2 keturunan setahun. Quokka yang hidup di Rottnest Island berkembang biak hanya sekali setahun dan biasanya hanya memiliki 1 keturunan.

14. Predator utama mereka adalah spesies invasif

Masuknya rubah merah dan kucing rumah ke habitat Quokka telah menjadi faktor utama penurunan populasi. Tanpa pertahanan alami melawan pemangsa yang terampil ini, populasi Quokka terpaksa menghuni wilayah yang lebih kecil untuk menghindarinya.

15. Quokka tidak membuang bayinya untuk menghindari pemangsa, tetapi mungkin menjatuhkan dan mengorbankan mereka

Sebuah meme internet menuduh Quokka "melempar bayi mereka" ke predator untuk melarikan diri, yang tidak sepenuhnya akurat.

Para peneliti telah menemukan Quokka betina akan mengendurkan otot kantong mereka, untuk menjatuhkan bayi mereka agar mereka dapat melarikan diri dari predator.

Ini adalah strategi bertahan hidup pamungkas yang tersedia untuk hewan berkantung di alam liar.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!